PenaPeristiwa
Trending

Ular Pyton Teror Warga di Gunungkidul

PenaKu.ID – Ular-ular piton bermunculan ke pemukiman warga di area Padukuhan Kalurahan Ngloro Kapanewonan Saptosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Teror ular itu membuat warga sekitar khawatir akan ternak-ternak peliharaan merkera, meski tingkat serangan terhadap masyarakat di sana tidak begitu mengancam.

Tokoh Pemuda di Kalurahan Ngloro, Menthur Ranto membenarkan keresahan warga soal kemunculan ular piton berbagai ukuran dalam sebulan terakhir.

Menthur mencatat setidaknya sudah ada 13 ular yang ditemukan warga dengan ukuran yang bervariasi.

Ular-ular tersebut tidak hanya berada di pekarangan milik warga setempat namun juga telah memasuki pemukiman karena udah ada yang bersembunyi di dalam kamar seseorang Sehingga hal itu mebuat resah karena dikhawatirkan ular-ular berjenis phiton itu dapat membahayakan keselamatan warga.

Baca Juga:

“Kemarin ada salah satu ular yang ukurannya cukup besar baru kami tangkap secara beramai-ramai,” paparnya, Jumat.

Ia mengakui akhir-akhir ini sering muncul dan sempat membuat panik warga. Untuk ular yang berhasil di tangkap lalu diamankan oleh warga, Namun ada pula beberapa ular yang terpaksa dibunuh karena dikhawatirkan membahayakan warga dan ternak mereka.

Teror ular pyton juga melanda Kapanewonan Karangmojo. Rabu (31/3/21) sore, seekor ular sepanjang sekitar 2 meter ditemukan di dekat pemukiman warga di Padukuhan Bulu, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo.

Ular berjenis piton itu pertama kali ditemukan oleh Eri Wibowo warga setempat, Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu Eri berniat mencari rumput untuk makan ternak, ditegalan yang letaknya tak jauh dengan rumah tinggalnya.

“Saya buat kaget lantaran tak jauh dari tempat ia merumput terdapat ular pyton dalam kondisi melingkar,” ungkapnya.

Eri lantas menghubungi salah satu rekannya dan menceritakan hal tersebut. Beruntung tak butuh waktu lama ular tersebut berhasil ditangkap dan diamankan bersama rekannya. Penemuan ular tersebut sempat membuat heboh warga sekitar, sebab ukuran ularnya terbilang cukup besar karena panjangnya mencapai 2,5 meter.

Sementara itu, Don Haryo salah satu pecinta binatang reptil asal Yogyakarta berpendapat, sering munculnya ular disebabkan karena habitatnya terdesak oleh manusia. Di samping itu juga karena hewan yang biasa menjadi mangsa ular menipis karena pergi menjauh dari habitat.

“Karena makanan sulit ya mereka masuk ke pemukiman,” katanya.

**Red/siberindo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button