Pedagang Buah di Pasar Sabi Sabi Menjerit Minta Pindah karena Ozmet Drop

Lokasi pedagang buah yang jauh dari pasar barito

PenaKu.ID – Pedagang  buah yang saat ini menempati kawasan depan pasar Sabi Sabi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar segera mengembalikan mereka ke tempat semula.

Mereka mengaku, pasca direlokasi dari tempat sebelumnya, dagangan mereka tidak laku sehingga mereka mengalami kerugian.

Rahman, salah satu pedagang buah mengatakan, semenjak terminal direnovasi, para pedagang buah yang sebelumnya menempati bagian timur terminal Gamalama dipindahkan ke depan pasar pakaian atau pasar Sabi Sabi.

Menurutnya, setelah direlokasi ke depan pasar Sabi Sabi, tingkat pembelian masyarakat mulai menurun, bahkan tak jarang dagangan mereka tidak laku.

Dia menduga, turunnya omzet pedagang buah, karena lokasi yang ditempati pedagang buah, jauh dari pasar barito dan kebutuhan pokok lainnya.

“Tempatnya jauh dari keramaian, jauh dari wilayah pasar, sehingga pembeli malas ke pasar buah,” kata Rahman.

Dia bersama pedagang buah lainnya berharap, instansi tekhnis segera merelokasi mereka ke tempat semula, atau paling tidak menyediakan tempat yang dekat dengan pasar barito.

Rahman mengaku, sejak direlokasi, pendapatan para pedagang buah turun hingga 50 persen.

Para pedagang, lanjut Rahman, belum mengetahui rencana pemerintah selanjutnya, apakah mereka dikembalikan ke tempat semula atau direlokasi ke tempat baru.

Rahman menambahkan, ada 22 pedagang buah, yang saat ini menempati kawasan depan pasar Sabi Sabi, “kami berharap instansi terkait agar secepatnya mengembalikan ke tempat semula, karena pada saat dipindahkan hingga sekarang para pengunjung atau pembeli sepi, oleh karena itu kami berharap agar bisa dikembalikan ke tempat semula,” harapannya.

Sementara itu, otoritas yang mengatur pedagang di Kota Ternate, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pedagang buah.

Kepala Disperindag Kota Ternate, Hasyim Yusuf hingga berita ditulis, belum dapat dihubungi, meski wartawan telah berupaya mengkonfirmasi melalui telepon selularnya.



(Gibran)

Leave a Reply

Your email address will not be published.