Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Solar Ikut Terkerek

×

Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Solar Ikut Terkerek

Sebarkan artikel ini
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Solar Ikut Terkerek
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Solar Ikut Terkerek. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Harga BBM nonsubsidi di Indonesia kembali mengalami penyesuaian. PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan kenaikan tersebut yang mulai berlaku hari ini. Perubahan harga ini langsung menyita perhatian publik, terutama karena lonjakan cukup terasa pada sejumlah jenis BBM tertentu.

Berdasarkan pembaruan harga terbaru, tidak semua produk mengalami kenaikan. Penyesuaian paling signifikan terjadi pada BBM beroktan tinggi serta solar nonsubsidi, sementara beberapa jenis lainnya relatif tidak berubah.

Di wilayah Jawa, termasuk Jawa Barat, harga Pertamax tercatat masih berada di kisaran Rp12.300 per liter. Namun, Pertamax Turbo kini naik menjadi sekitar Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite dan Pertamina Dex juga mengalami kenaikan cukup tajam, masing-masing berada di kisaran Rp23.600 dan Rp23.900 per liter.

Faktor Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Informasi dihimpun, kenaikan harga ini tidak terlepas dari dinamika global yang memengaruhi sektor energi. Fluktuasi harga minyak mentah dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga ketegangan geopolitik yang berdampak pada pasokan energi disebut menjadi faktor utama. Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi disesuaikan mengikuti mekanisme pasar guna mencerminkan kondisi ekonomi global.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan. Pertalite dan solar subsidi tidak mengalami perubahan guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Meski kenaikan ini tidak secara langsung berdampak pada seluruh masyarakat, efek lanjutan tetap perlu diantisipasi. Peningkatan biaya transportasi dan distribusi berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka panjang.

Pengamat energi menilai kondisi ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan BBM, termasuk mempertimbangkan bahan bakar yang lebih efisien maupun alternatif transportasi.** (tds)