Peristiwa

Puting Beliung Terjang Padalarang Bandung Barat, 520 Rumah Rusak

×

Puting Beliung Terjang Padalarang Bandung Barat, 520 Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Puting Beliung Terjang Padalarang Bandung Barat, 520 Rumah Rusak
Puting Beliung Terjang Padalarang Bandung Barat, 520 Rumah Rusak

PenaKu.ID – Sebanyak 520 rumah di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung pada Senin sore, 26 Oktober 2026. Selain permukiman warga, bencana tersebut juga mengakibatkan sembilan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, kerusakan tersebar di tiga desa, yakni Desa Jayamekar, Desa Kertajaya, dan Desa Padalarang. Tingkat kerusakan bangunan bervariasi, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, mengatakan Desa Padalarang menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak dibandingkan dua desa lainnya.

“Total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Termasuk fasilitas umum beberapa desa di Kecamatan Padalarang,” kata Yoga, Selasa, 27 Oktober 2026.

Ratusan Rumah di 3 Desa Rusak Akibat Puting Beliung

Berdasarkan hasil pendataan BPBD Bandung Barat, Desa Jayamekar mencatat 95 rumah rusak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 rumah masuk kategori rusak ringan, sedangkan 24 rumah lainnya mengalami kerusakan berat.

Di Desa Kertajaya, angin puting beliung berdampak pada 27 rumah. Rinciannya, sembilan rumah mengalami kerusakan ringan, empat rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak berat.

Sementara itu, kerusakan paling banyak ditemukan di Desa Padalarang. Sebanyak 398 rumah dilaporkan terdampak, terdiri atas 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat.

Data tersebut menunjukkan Desa Padalarang menjadi wilayah dengan dampak kerusakan rumah paling besar akibat bencana angin kencang tersebut.

Puluhan Rumah di Perumahan dan Kampung Turut Terdampak Puting Beliung

Pendataan lanjutan juga mencatat kerusakan pada 68 rumah di kawasan Perumahan Pondok Padalarang Indah (PPI) dan Kampung Sudimampir, Desa Padalarang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 rumah mengalami kerusakan ringan, lima rumah rusak sedang, dan 17 rumah rusak berat.

Selain permukiman warga, dua masjid dilaporkan mengalami kerusakan berat. Adapun bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Padalarang mengalami kerusakan ringan.

Yoga juga menyebutkan kantor ketahanan pangan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta kandang ternak domba milik BUMDes mengalami kerusakan berat.

Sembilan Fasilitas Umum Ikut Rusak Akibbat Puting Beliung

Dampak angin puting beliung di Kecamatan Padalarang tidak hanya dirasakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Sebanyak sembilan fasilitas umum juga dilaporkan terdampak bencana tersebut.

Sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, dan bangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, BPBD Bandung Barat bersama perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT/RW, serta masyarakat melakukan pendataan dan penilaian terhadap bangunan terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kerusakan sekaligus mendukung penanganan pascabencana.

Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan Terpal

Di tengah upaya penanganan darurat, terpal menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat terjangan angin.

Bantuan tersebut diperlukan untuk menutup bagian bangunan yang rusak, terutama atap rumah, agar warga dapat mengurangi risiko paparan hujan selama proses perbaikan belum dilakukan.

“Kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana adalah terpal untuk mendukung penanganan darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan,” jelas Yoga.

BPBD Bandung Barat bersama warga dan petugas gabungan juga masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin.

BPBD Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

BPBD Bandung Barat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang.

Kondisi cuaca tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana lain, seperti pohon tumbang, kerusakan atap bangunan, banjir, hingga tanah longsor.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Yoga menegaskan, upaya pembersihan dan penanganan dampak bencana masih dilakukan bersama masyarakat serta petugas gabungan.

“Kami bersama warga dan petugas gabungan masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin,” pungkas Yoga.**