PenaKu.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat yang dituduh lebih memilih “petualangan militer” ketimbang solusi diplomatik.
Pernyataan ini muncul setelah AS melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman karena dianggap melanggar blokade laut yang sedang berlangsung sejak Februari lalu.
Ancaman di Jalur Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi titik panas karena merupakan jalur bagi 20% pasokan minyak dunia. Iran yang mengendalikan wilayah tersebut terus memberikan tekanan sebagai respons atas serangan AS dan Israel.
Pasukan Centcom sendiri dilaporkan telah mencegah lebih dari 70 kapal tanker untuk masuk atau keluar dari pelabuhan Iran guna memaksakan kesepakatan.
Gencatan Senjata dan Diplomasi Ketegangan Selat Hormuz di Ujung Tanduk
Meski terjadi kontak senjata, Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. AS kini menunggu respons resmi dari Teheran terkait proposal perdamaian.
Namun, dengan harga minyak yang melambung akibat blokade, tekanan internasional terhadap kedua belah pihak semakin menguat untuk segera menghentikan konfrontasi fisik.**










