PenaKu.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara Israel menghantam wilayah Dahieh, pinggiran selatan Beirut.
Serangan ini merupakan yang pertama di wilayah tersebut sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 16 April lalu. Ledakan besar dilaporkan merusak bangunan di kawasan yang menjadi basis Hezbollah tersebut.
Target Operasi Pasukan Radwan Israel-Lebanon
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa serangan tersebut secara khusus menargetkan komandan elit Pasukan Radwan milik Hezbollah.
Media lokal menyebutkan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 20:00 waktu setempat saat anggota unit tersebut tengah mengadakan pertemuan. Hingga kini, pihak Hezbollah belum memberikan reaksi resmi atas kejadian tersebut.
Dampak Kemanusiaan dan Pelanggaran Perjanjian Israel-Lebanon
Meski ada kesepakatan damai, kedua belah pihak saling tuduh melakukan pelanggaran.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 120 orang tewas akibat serangan Israel dalam sepekan terakhir, termasuk warga sipil. Kondisi ini memberikan tekanan berat pada stabilitas kawasan, di mana banyak desa di perbatasan dilaporkan telah hancur total.**











