PenaKu.ID – Baru saja napas lega diembuskan setelah Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu, situasi di perbatasan Israel-Lebanon kembali mencekam.
Kesepakatan damai yang masih seumur jagung ini terancam kolaps akibat aksi saling serang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Militer Israel (IDF) dan kelompok Hezbollah kini terlibat dalam perang narasi mengenai siapa yang lebih dulu menarik pelatuk.
Serangan Drone dan Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata
Pihak IDF melaporkan adanya serangan drone peledak yang menyasar tentara mereka di wilayah Lebanon Selatan. Mereka menyebut insiden ini sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap nota kesepahaman gencatan senjata.
Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, ketegangan ini memicu respons keras dari komando militer Israel yang merasa integritas kesepakatan tersebut telah dikhianati secara sepihak.
Respon Hezbollah Atas Provokasi Israel dalam Gencatan Senjata
Di sisi lain, Hezbollah memiliki versinya sendiri. Mereka mengklaim telah melancarkan lima serangan terhadap tentara dan drone Israel sepanjang Jumat sore hingga malam. Aksi tersebut diklaim sebagai bentuk balasan atas serangkaian pelanggaran yang dilakukan militer Israel terlebih dahulu.
Saling klaim ini menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan di antara kedua belah pihak, menempatkan nasib warga sipil di zona konflik kembali dalam bayang-bayang ketidakpastian.**






