PenaKu.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 19.05 WIB. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan maut ini langsung menjadi perhatian warga setempat. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di lokasi kejadian disebut sebagai salah satu faktor yang memicu kekhawatiran masyarakat.
Warga pun mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat untuk segera melakukan perbaikan serta penambahan lampu PJU, khususnya di ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi, menyampaikan dukacita atas insiden yang terjadi. Ia memastikan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kecelakaan maut bersama petugas Laka Lantas Polres Cimahi guna mengidentifikasi penyebab kecelakaan.
“Pasca-kejadian, petugas langsung melakukan pengecekan. PJU sebenarnya sudah terpasang di sepanjang Jalan Gedong Lima, namun terdapat sejumlah titik yang mengalami gangguan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan,” ujar Ridwan saat ditemui di Kantor Dishub KBB, Senin (13/4/2026).
Ridwan menegaskan, kecelakaan kecelakaan maut tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi penerangan jalan. Berdasarkan keterangan saksi, pengendara sepeda motor diduga berusaha menghindari angkutan kota (angkot) yang terparkir di bahu jalan.
“Kami tidak ingin saling menyalahkan. Saat ini fokus kami adalah melakukan perbaikan dan perawatan PJU secara berkala di berbagai titik, tidak hanya di Gedong Lima. Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi ke depan,” katanya.
Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Gedong Lima
Berdasarkan kronologi, sepeda motor korban mencoba menyalip kendaraan mobil yang melaju searah. Namun, dari arah berlawanan muncul sebuah truk. Upaya menghindar berujung hilangnya kendali hingga kendaraan korban menyenggol kendaraan lain dan terjatuh tepat saat truk sampah melintas, sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.
Dishub KBB kini tengah menyusun langkah strategis guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Salah satunya melalui program pemeliharaan serta penambahan jaringan PJU yang saat ini masih dalam tahap pendataan dan perencanaan teknis.
“Langkah awal kami adalah melakukan pendataan terhadap lampu jalan yang rusak atau mati, dilanjutkan dengan verifikasi kerusakan serta penyusunan kebutuhan material agar perbaikan tepat sasaran,” jelas Ridwan.
Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah juga membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 085169561406. Masyarakat dapat melaporkan kondisi lampu jalan yang bermasalah, meski setiap laporan tetap akan melalui proses verifikasi.
Selain itu, Dishub juga melakukan inspeksi rutin setiap pekan guna memastikan kondisi PJU tetap optimal. Hasil inspeksi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran serta kebutuhan perbaikan ke depan.
“Prioritas perbaikan akan difokuskan pada ruas jalan dengan mobilitas tinggi, titik rawan kecelakaan, serta lokasi dengan laporan masyarakat terbanyak,” ujarnya.
Di sisi lain, UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB turut menunjukkan empati terhadap korban kecelakaan maut. Petugas memberikan pendampingan di rumah sakit hingga mengantar jenazah ke rumah duka di Garut menggunakan ambulans.
Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Imam Fauzi, menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Kami menyampaikan dukacita dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan dan rencananya laporan akan dicabut,” tuturnya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah maupun masyarakat akan urgensi keselamatan berkendara, termasuk pentingnya infrastruktur jalan yang layak dan penerangan yang memadai.**
