PenaKu.ID – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya, belasan rumah warga dilaporkan ambruk dan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, warga mengalami kerugian material yang hingga kini masih dalam pendataan dan belum dapat dipastikan nilainya.
Tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi, Ayi Juanda, mengungkapkan kondisi cuaca sebelumnya terbilang tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjadi hujan ekstrem.
“Sekitar pukul 12.00 WIB cuaca masih terik dan panas. Namun, menjelang pukul 16.00 WIB langit mulai mendung, dan satu jam kemudian hujan deras turun disertai angin kencang,” ujarnya.
Ia menambahkan, angin kencang tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Jalan Raya Lama Haurwangi hingga melintang dan menghambat arus lalu lintas dari kedua arah.
Petugas pemadam kebakaran, aparat pemerintah kecamatan, serta warga dari Kampung Pongpoklandak dan Kampung Haurwangi segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang menggunakan peralatan seadanya. Sekitar satu jam kemudian, arus lalu-lintas kembali normal.
“Di saat bersamaan, kami juga mendapat informasi bahwa di desa lain banyak rumah warga yang ambruk,” kata Ayi.
Angin Kencang Menyapu Sejumlah Wilayah
Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Haurwangi, Suryana (53), menyampaikan bahwa hujan deras dan angin kencang tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.
Di Kampung Rawabadak, Desa Ramasari, satu unit rumah dilaporkan ambruk rata dengan tanah. Selain itu, satu atap rumah roboh dan dua rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian genting.
Kerusakan juga terjadi di Desa Haurwangi akibat pohon tumbang, serta di Desa Kertasari yang dilaporkan mengalami kerusakan pada dua unit rumah.
“Untuk jumlah pasti rumah yang terdampak maupun total kerugian, kami masih melakukan pendataan karena petugas masih berada di lapangan dan menunggu laporan dari masing-masing desa,” ujar Suryana.
Ia menambahkan, pihak kecamatan bersama camat setempat akan segera meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan kondisi terkini.**
