PenaKu.ID – Tim Inafis Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penemuan seorang pria meninggal dunia di rumah kos kawasan Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).
Korban diketahui bernama Puryanto (70), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Karawang. Jasad korban ditemukan setelah warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kamar kos yang dihuni korban seorang diri.
Mendapat laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri, personel Siaga Reskrim Polres Purwakarta bersama Tim Inafis, anggota Polsek Purwakarta Kota, personel Binmas, serta Samapta langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP.
Sesampainya di lokasi, petugas segera melakukan sterilisasi area, memeriksa sejumlah saksi, hingga membongkar pintu kamar kos guna memastikan kondisi penghuni di dalamnya.
Saat pemeriksaan awal dilakukan, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah dalam kondisi membusuk. Tim Inafis kemudian melaksanakan identifikasi, dokumentasi TKP, pemeriksaan kondisi jenazah, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Pihak keluarga juga disebut menolak proses autopsi.
Polres Purwakarta Gerak Cepat
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengatakan respons cepat jajaran kepolisian merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, identifikasi, dan pemeriksaan secara profesional guna memastikan situasi tetap aman serta memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata IPTU Tini Yutini.
Ia menegaskan, kehadiran Tim Inafis di lapangan tidak hanya untuk melakukan identifikasi, tetapi juga memastikan seluruh penanganan peristiwa berjalan sesuai prosedur dan berdasarkan fakta di lokasi kejadian.
IPTU Tini Yutini juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama kepada warga lanjut usia maupun mereka yang tinggal seorang diri.
“Kepedulian lingkungan sangat penting. Jika ada tetangga yang sudah lama tidak terlihat atau ditemukan kondisi mencurigakan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan RT, perangkat desa, atau melapor ke kepolisian melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.**
