PenaKu.ID – Suasana tenang Sabtu sore di Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendadak berubah mencekam. Angin kencang yang datang tiba-tiba sekitar pukul 17.00 WIB, sabtu kemarin menyapu permukiman warga tanpa ampun.
Dalam hitungan menit, sedikitnya 120 rumah dilaporkan ambruk. Tak hanya itu, 11 pohon berukuran besar tumbang dan menutup akses di sejumlah titik akibat peristiwa angin kencang tersebut.
Warga tak kuasa menahan kepanikan saat atap rumah beterbangan dan bangunan roboh satu per satu disapu angin kencang. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp600 juta.
Sejak bencana terjadi hingga Minggu (12/4/2026) sore, aparat kecamatan bersama tim gabungan terus berjibaku di lapangan. Petugas dari BPBD, Damkar, PMI, Retana, hingga relawan Petualang Rescue Cianjur dikerahkan untuk membantu evakuasi dan penanganan dampak bencana.
Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, S.E, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga.
“Kami langsung turun ke lokasi saat kejadian. Sejak pagi hari ini, kami kembali mendatangi titik-titik terdampak bersama tim gabungan untuk membantu warga dan melakukan pendataan,” ujarnya.
Tujuh Belas Rumah Hancur Total Akibat Angin Kencang
Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 17 rumah dilaporkan hancur total. Sementara puluhan lainnya mengalami kerusakan berat hingga ringan akibat angin kencang tersebut. Kerusakan tersebar di sejumlah desa, seperti Ramasari, Sukatani, Kertasari, Cihea, hingga Desa Haurwangi.
Data tersebut masih terus berkembang seiring proses pendataan yang dilakukan pemerintah desa.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah setempat mengingatkan warga untuk tetap siaga. Potensi cuaca ekstrem dikhawatirkan masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan,” kata Yadi.
Sementara itu, rasa haru dan syukur datang dari warga terdampak. Deden (56), warga Kampung Pasirtarasi, Desa Sukatani, mengaku tak menyangka bencana datang begitu cepat.
Ia berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah dan petugas di lapangan.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Haurwangi dan Pemkab Cianjur yang sudah membantu mengevakuasi pohon tumbang di depan rumah kami. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan,” ucapnya.
Bagi warga Haurwangi, sore itu menjadi momen yang tak akan mudah dilupakan—ketika angin datang tanpa peringatan, dan dalam sekejap mengubah segalanya.**
