Pendidikan

Ratusan Kelas SD di Kabupaten Cianjur Rusak Parah

Ratusan Kelas SD di Kabupaten Cianjur Rusak Parah
Ratusan Kelas SD di Kabupaten Cianjur Rusak Parah

PenaKu.ID – Kondisi sarana pendidikan di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memprihatinkan. Sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan berat dan tersebar di 125 sekolah, sehingga membutuhkan penanganan segera agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung optimal.

Kerusakan ruang kelas tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas siswa di Kabupaten Cianjur. Di sejumlah sekolah, proses belajar terpaksa dilakukan secara bergantian. Bahkan, ada siswa yang harus digabung dengan kelas lain hingga berdesakan, serta belajar di tenda darurat sebagai solusi sementara.

Beberapa sekolah di Kabupaten Cianjur yang mengalami kerusakan cukup parah di antaranya SDN Pasir Munding 4 di Kecamatan Cibeber dan SDN Karyamukti di Kecamatan Campaka. Kondisi bangunan yang tidak layak membuat kegiatan belajar mengajar harus menyesuaikan dengan keterbatasan fasilitas yang ada.

Salah satu siswa terdampak, Eliana Putri, siswi kelas IV SDN Pasir Munding 4, mengaku harus menunggu giliran untuk masuk kelas karena ruang belajar mereka roboh.

“Gantian kelas, menunggu kelas satu selesai dulu, baru kelas empat masuk,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menilai kondisi tersebut membuat proses belajar menjadi tidak nyaman. Eliana berharap setiap kelas dapat memiliki ruang belajar sendiri agar kegiatan belajar berjalan lebih baik.

Menurutnya, ruang kelas yang roboh terjadi pada kelas III dan IV, dan kondisi itu telah berlangsung cukup lama. Ia berharap ruang kelas segera diperbaiki agar kegiatan belajar dapat kembali normal.

Apa yang Bakal Dilakukan Pemda Kabupaten Cianjur?

Pelaksana Tugas Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki Mohamad Ramdan, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis pada tahun anggaran 2026 dengan memprioritaskan rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.

“Meski kondisi anggaran saat ini masih terbatas, kami tetap memprioritaskan perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan paling parah,” kata Rifki.

Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah juga menempuh berbagai upaya alternatif, seperti mengajukan usulan bantuan kepada pemerintah provinsi untuk tahun anggaran 2027, serta membuka peluang dukungan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Tim CSR Jawa Barat telah melakukan survei awal di sejumlah lokasi, termasuk di Kecamatan Takokak, sebagai bagian dari perencanaan teknis pembangunan.

Berdasarkan hasil pemetaan, kerusakan sarana pendidikan didominasi wilayah Cianjur Selatan dengan persentase sekitar 60 persen. Wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan karena memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana, seperti longsor dan pergeseran tanah.

Untuk menjaga keberlangsungan proses belajar, sekolah-sekolah terdampak melakukan langkah darurat, mulai dari memaksimalkan ruang kelas yang masih layak, mengalihfungsikan ruang guru dan kantor menjadi ruang belajar sementara, hingga mendirikan tenda darurat.

Pemerintah daerah juga telah mengajukan bantuan ke Kementerian Pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan, dengan harapan percepatan perbaikan dapat segera terealisasi.

Di tengah keterbatasan yang ada, dukungan dari pemerintah provinsi serta peluang bantuan melalui CSR diharapkan dapat mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan di Cianjur.**

Exit mobile version