PenaKu.ID – Warga Kampung Situsaer, RT 02 RW 01, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, digegerkan oleh kematian misterius dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam rumah kontrakan, Senin (6/4/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Sri Yudimanah (SY). Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kontrakan milik seorang warga bernama Wulan.
Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, menjelaskan, peristiwa kematian misterius ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, pemilik kontrakan mendatangi lokasi untuk menagih uang sewa yang disebut telah lama menunggak.
Sebelumnya, pemilik kontrakan telah beberapa kali berupaya menemui korban, namun tidak pernah berhasil. Kecurigaan muncul lantaran korban tidak terlihat beraktivitas sejak akhir pekan.
“Pemilik kontrakan kembali datang pada Senin pagi dan mencium bau menyengat dari dalam kamar,” ujar Farhan.
Merasa ada kejanggalan, pemilik kontrakan kemudian melaporkan hal tersebut kepada pengurus RT dan RW setempat. Warga selanjutnya melakukan pengecekan bersama ke dalam kamar kontrakan.
Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban masih sempat berkomunikasi dengan anaknya yang berada di Desa Ciburuy beberapa hari setelah Lebaran.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit, di antaranya asam urat, kolesterol, dan gangguan jantung. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kematian korban.
Polisi Lakukan Penyelidikan Kematian Misterius
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama tim medis segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan terhadap kasus kematian misterius tersebut.
Petugas kemudian memasang garis polisi di area kontrakan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) guna menjalani visum dan proses identifikasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya bagi warga yang tinggal seorang diri.
Kewaspadaan dan solidaritas sosial dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.**
