Peristiwa

Kebakaran Pool DAMRI Bandung: 10 Bus Hangus, 13 Rumah Terdampak

×

Kebakaran Pool DAMRI Bandung: 10 Bus Hangus, 13 Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Pool DAMRI Bandung: 10 Bus Hangus, 13 Rumah Terdampak
Kebakaran Pool DAMRI Bandung: 10 Bus Hangus, 13 Rumah Terdampak. /Foto: istimewa

PenaKu.ID – Kebakaran melanda garasi bus Perum DAMRI di Jalan Kebon Kawung, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat Minggu (8/11/2026) sore. Sedikitnya 10 unit bus hangus terbakar, sementara 13 rumah warga yang berada di sekitar lokasi turut terdampak.

Infrormasi dihimpun, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 16.27 WIB. Tidak berselang lama, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar tujuh menit kemudian untuk melakukan penanganan.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bus yang terparkir di area garasi. Kedekatan lokasi kebakaran dengan kawasan permukiman membuat api berpotensi menjalar ke bangunan tempat tinggal warga.

Wakil Komandan Regu 2 Diskarmat Kota Bandung, Gunawan Suryadi, mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Angin yang bertiup cukup kencang serta kondisi beberapa rumah warga yang masih menggunakan material semi permanen menyulitkan petugas dalam mengendalikan penyebaran api.

Petugas pemadam bersama sejumlah unsur terkait kemudian berupaya memadamkan api sekaligus membatasi area terdampak agar kobaran tidak semakin meluas.

Kapolsek Cicendo, AKP Darno, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat 10 unit bus yang terbakar. Kendaraan tersebut diketahui merupakan armada DAMRI yang sudah tidak lagi beroperasi.

Selain menghanguskan sejumlah bus, peristiwa tersebut juga berdampak pada 13 rumah warga di sekitar area garasi. Seorang warga dilaporkan mengalami sesak napas dan langsung mendapatkan penanganan medis dari petugas ambulans.

Hingga informasi terakhir dihimpun, belum ada keterangan terverifikasi mengenai korban meninggal dunia maupun jumlah kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pool DAMRI

Penyebab kebakaran di area garasi DAMRI tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber awal munculnya api.

Petugas Logistik DAMRI Kota Bandung, Indra, sebelumnya menyampaikan dugaan bahwa kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu rumah warga yang berbatasan langsung dengan area parkir bus.

Ia juga menyebut sempat terdengar dua kali suara ledakan di sekitar lokasi. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas yang berada di kawasan permukiman warga.

Namun, Kapolsek Cicendo, AKP Darno, menyampaikan bahwa berdasarkan dugaan awal, titik api justru berasal dari area bus. Meski terdapat sejumlah dugaan mengenai asal kebakaran, pihak kepolisian belum memastikan penyebab maupun sumber api secara definitif.

Untuk mengungkap kejadian tersebut, polisi berencana melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Identifikasi (INAFIS) Polrestabes Bandung. Lokasi kebakaran juga akan dipasangi garis polisi guna mendukung proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti.

Api Berhasil Dikendalikan, Petugas Lakukan Pendinginan

Setelah melalui proses pemadaman, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api utama. Penanganan kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena area garasi DAMRI berada di tengah kawasan permukiman dengan jarak bangunan yang berdekatan. Kondisi ini membuat dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh pihak DAMRI, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Selain kerusakan pada sejumlah armada bus, belasan rumah warga turut terdampak dan seorang warga harus mendapatkan penanganan medis akibat mengalami sesak napas.

Hingga berita ini disusun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Sementara itu, nilai kerugian material serta hasil pendataan akhir terhadap kerusakan rumah warga masih menunggu pendataan petugas**