Ekonomi

Harga Bahan Naik, Pengrajin Joran di Cianjur Menjerit!

Harga Bahan Naik, Pengrajin Joran di Cianjur Menjerit!
Harga Bahan Naik, Pengrajin Joran di Cianjur Menjerit!

PenaKu.ID – Di sebuah sudut Kampung Pasirgombong, RT 01/04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, suara mesin dan aktivitas produksi joran pancingan masih terdengar seperti biasa. Namun di balik rutinitas itu, tersimpan kegelisahan yang kian nyata: harga bahan pokok produksi terus merangkak naik.

Salah satu pengrajin joran pancingan, Pendi Supendi, mengaku kondisi tersebut membuat keuntungan usaha kian menipis. Kenaikan harga bahan baku seperti fiber kimia cair plastik dan material pendukung lainnya disebutnya turut dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kondisi perputaran ekonomi yang belum stabil.

“Produksi joran itu mulai dari fiber berbentuk tali diproses sampai menjadi joran, kemudian diberi aksesori hingga siap pakai. Prosesnya cukup lama dan rumit,” ujar Pendi, menggambarkan panjangnya tahapan produksi yang ia jalani setiap hari.

Di balik proses pembuatan joran yang telaten dan membutuhkan waktu tersebut, para pengrajin tetap berusaha menjaga kualitas produksi. Joran yang telah selesai dibuat kemudian dipasarkan melalui dua jalur, yakni secara daring dan luring. Hasil produksi bahkan telah menjangkau berbagai kota dan kabupaten di berbagai provinsi, tidak sedikit pula yang dikirim hingga ke luar negeri.

Namun, di tengah jangkauan pasar yang luas itu, tantangan biaya produksi menjadi beban tersendiri. Pendi tidak menampik bahwa saat ini usaha joran pancingan yang ia jalankan “hese diala batina” atau sulit mendapatkan keuntungan.

“Biarpun bahan pokok produksi naik, kami tetap bersyukur masih bisa produksi, masih bisa bayar karyawan, dan membayar cicilan ke bank setiap bulan. Semoga ke depan harga bahan pokok kembali stabil,” ungkapnya.

Tak Hanya Pengrajin Joran, UMKM Lain Terpukul Pula

Kondisi serupa juga menjadi perhatian pemerintah desa setempat. Kepala Desa Mekarwangi, Cecep Surahman, menyebutkan bahwa pelaku UMKM di wilayahnya cukup beragam, mulai dari industri makanan dan minuman ringan, konveksi pakaian, hingga pengrajin joran pancingan.

Menurutnya, meski harga bahan baku mengalami kenaikan, sebagian besar pelaku UMKM masih memilih bertahan dan tetap berproduksi. Hal itu bukan karena keuntungan besar yang didapat, melainkan karena masih adanya harapan kondisi ekonomi akan kembali stabil.

“Pada dasarnya mereka masih bertahan memproduksi UMKM itu bukan karena masih punya untung besar, melainkan masih punya harapan harga bahan baku bisa stabil kembali,” pungkas Cecep.

Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya reda, kisah para pengrajin ini menjadi potret keteguhan pelaku usaha kecil yang tetap bertahan, meski keuntungan kian menipis dan harapan menjadi satu-satunya bahan bakar untuk terus melangkah.**

Exit mobile version