PenaKu.ID – Kegaduhan terkait pengadaan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paiton Berjaya akhirnya mendapat penjelasan dari ahli gizi, Ina Siska.
Ia memaparkan kronologi persoalan yang bermula dari perbedaan jenis pisang yang dikirim pemasok.
Pesanan Cavendish, yang Datang Justru Pisang Hijau
Menurut Ina, persoalan bermula pada 16 Juli 2026. Saat itu, pihak SPPG memesan pisang Cavendish kepada pemasok yang sebelumnya pernah menawarkan produk serupa. Namun, barang yang tiba ternyata berupa pisang hijau.
“Dapur kami membutuhkan pisang Cavendish sesuai standar menu, namun yang dikirim justru pisang hijau. Kami ingin menyajikan makanan yang benar-benar sesuai standar dan bergizi. Yang kami terima bukan Cavendish yang kami harapkan,” ujar Ina Siska, Rabu (5/8/2026).
Ketika dikonfirmasi, pemasok menyebut produk tersebut sebagai “Cavendish lokal”. Ina mengaku selama ini memahami Cavendish matang memiliki warna kuning cerah sehingga belum mengetahui adanya jenis yang tetap berwarna hijau.
Ahli Gizi Jelaskan Perbedaan Pisang
Ina menjelaskan, Cavendish matang umumnya memiliki kulit kuning cerah, rasa manis, serta tekstur padat namun lembut. Sementara pisang hijau dapat memiliki kulit berwarna pekat dan tekstur lebih keras, dengan rasa cenderung hambar atau sepat.
Dari sisi gizi, pisang hijau disebut memiliki pati resisten dan serat lebih tinggi, sedangkan Cavendish matang mengandung gula sederhana yang dapat menjadi sumber energi serta vitamin dan mineral.
“Itulah perbedaannya sepengetahuan saya. Kami memang sangat berhati-hati soal hidangan untuk penerima manfaat,” tegasnya.
Ina juga membantah isu adanya pihak militer yang membacking atau mengatur pasokan. “Saya tidak pernah bilang bahwa ada dukungan dari militer, itu fitnah dan tidak benar,” tandasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Yayasan Pengelola, Adianto, meminta seluruh pihak melakukan introspeksi. Ia menegaskan pesanan telah dibayar lunas meski barang yang diterima berbeda dari kebutuhan.**
