PenaKu.ID – Wakil Bupati Bogor angkat bicara terkait ramainya soal mangkirnya terkait pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia berdalih bahwa ketidakhadirannya pada jadwal awal bukan karena sengaja menghindari penyidik, melainkan adanya penyesuaian agenda dari pihak lembaga antirasuah tersebut.
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Berdalih KPK ‘Lagi Sibuk’
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade menjelaskan bahwa dirinya sedianya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Selasa lalu bersama Sekretaris Daerah (Sekda) serta jajaran Inspektorat Kabupaten Bogor.
Namun, berdasarkan informasi dari bagian hukum Pemkab Bogor, jadwal pemeriksaan tersebut digeser ke akhir pekan.
“Hanya saja pada waktu hari Selasa, kami dikonfirmasi dari bagian hukum bahwa jadwal pemanggilan dischedule ulang, karena mungkin di sananya juga lagi sibuk. Sehingga saya mendapatkan jadwal pada hari Jumat. Dan saya sudah hadir, sudah memberikan keterangan apa yang diminta,” ujar Jaro Ade dihadapan awak media, Senin (2/11/2026).
Pemanggilan KPK Terkait Masalah Upah Pungut
Jaro Ade membenarkan bahwa pemanggilannya oleh lembaga antirasuah berkaitan erat dengan pengusutan dugaan penyimpangan dana upah pungut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Sebagai pimpinan daerah, ia berkali-kali menegaskan komitmennya untuk menghormati proses hukum yang sedang bergulir.
Menurutnya, merupakan kewajiban seorang pejabat publik untuk memberikan keterangan jika ada persoalan hukum di area instansi yang dipimpinnya.
Jaro Ade Berikan Wanti-wanti Aparatur Sipil Negara
Di tengah sorotan kasus upah pungut yang menyeret nama-nama pimpinan daerah, Jaro Ade mewanti-wanti seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bogor agar tidak menjadikan proses hukum ini sebagai alasan kendurnya kinerja.
Ia meminta seluruh aparatur Pemkab Bogor tetap fokus bekerja dan tidak terdistraksi oleh proses pemeriksaan KPK yang tengah berlangsung.
“Jangan sampai terganggu, jangan sampai mengganggu pelayanan masyarakat. Malah kita tingkatkan pelayanan masyarakat, mari terus kita lakukan komitmen sesuai fakta integritas kita untuk memerangi korupsi,” tegasnya.
Wakil Bupati Bogor Sebut Buka Diri terhadap Kritik Masyarakat
Menutup keterangannya, Jaro Ade mengaku pasrah dan terbuka terhadap berbagai masukan maupun kritik pedas dari publik terkait kasus ini. Ia menyadari sepenuhnya bahwa operasional pemerintahan serta gaji yang diterimanya berasal dari pajak rakyat.
“Koreksi dan saran dari masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bagian dari kontrol untuk pemerintah daerah. Kita tetap jaga agar Kabupaten Bogor betul-betul kondusif,” pungkasnya.***










