Ragam

Buntut Dampak Pengelolaan Limbah Kotoran yang Buruk, Warga Ancam Akan Demo PT Nusa Farm Purwakarta

×

Buntut Dampak Pengelolaan Limbah Kotoran yang Buruk, Warga Ancam Akan Demo PT Nusa Farm Purwakarta

Sebarkan artikel ini
Buntut Dampak Pengelolaan Limbah Kotoran yang Buruk, Warga Ancam Akan Demo PT Nusa Farm Purwakarta
Buntut Dampak Pengelolaan Limbah Kotoran yang Buruk, Warga Ancam Akan Demo PT Nusa Farm Purwakarta

PenaKu.ID – Warga yang bermukim di sekitar peternakan sapi milik PT Nusa Farm mengancam akan melakukan aksi demo menyusul munculnya permasalahan gangguan lingkungan dari keberadaan kandang sapi di wilayah tersebut.

Hal tersebut disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat Agus Jarwo saat dihubungi PenaKu.ID, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, permasalahan munculnya dampak dari keberadaan kandang sapi akibat banyaknya lalat yang beterbangan ke areal rumah warga sudah berulang kali terjadi.

Namun, intensitas yang terjadi belakangan ini sangat mengganggu sekali sehingga kekesalan warga sudah memuncak.

“Kami sudah sering kali mengirimkan surat atau mendatangi peternakan agar dalam mengelola limbah kotorannya dilakukan secara betul sehingga tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi warga,” kata Agus Jarwo.

Dia menambahkan, dampak lain yang timbul dari pengelolaan limbah kotoran yang kurang baik adalah munculnya bau menyengat yang tercium warga setiap pagi hari.

“Kalau limbah kotoran sapi itu dikelola dengan benar, mungkin tidak akan menimbulkan dampak bagi warga,” jelasnya.

Seperti diberitakan, keberadaan peternakan sapi yang dikelola PT Nusa Farm kembali menjadi sorotan warga sekitar. Pasalnya, aktivitas peternakan tersebut diduga menimbulkan gangguan lingkungan, terutama akibat banyaknya lalat yang beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga dan lingkungan masjid.

Warga mengeluhkan keberadaan lalat yang jumlahnya dinilai cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kenyamanan dan kebersihan lingkungan masyarakat.

Serangan lalat yang berasal dari lingkungan peternakan bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Sejumlah kajian mengenai peternakan sapi menyebutkan bahwa lokasi peternakan yang berdekatan dengan permukiman dapat menimbulkan berbagai keluhan warga, termasuk bau dan gangguan akibat lalat.

Pengendalian lalat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan peternakan. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Peralatan Veteriner Kementerian Pertanian menyebut pengendalian lalat penting karena selain mengganggu ternak, lalat juga dapat menjadi vektor penyakit tertentu pada hewan.

Warga berharap pihak pengelola peternakan  yang berada di Desa Linggasari, Kecamatan Darangdan, Purwakarta tersebut dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta turun ke lapangan untuk mengecek kondisi lingkungan peternakan serta memastikan pengelolaan limbah dan sanitasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga berharap ada solusi agar aktivitas usaha peternakan tetap berjalan, namun tidak menimbulkan dampak yang merugikan warga di sekitar lokasi. ***