PenaKu.ID – Pengurus Masjid Al Bashiroh, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mengeluhkan keberadaan lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan sapi milik PT Nusa Farm.
Hingga kini, lalat tersebut disebut masih terus beterbangan dan masuk ke rumah-rumah warga. Bahkan, serangga tersebut juga masuk ke dalam Masjid Al Bashiroh sehingga mengganggu kenyamanan jamaah yang tengah melaksanakan ibadah.
Pengurus masjid berharap persoalan tersebut segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), agar turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi yang dikeluhkan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi. Jangan sampai keberadaan lalat ini terus mengganggu warga, terlebih sampai masuk ke masjid ketika jamaah sedang beribadah,” ujar ustad Farid pengurus masjid, Jumat (21/8/2026).
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga meminta pihak pengelola peternakan melakukan langkah nyata untuk mengantisipasi munculnya lalat serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Lalat dari PT Nusa Farm Masuk Permukiman
Selain mengganggu kenyamanan warga, keberadaan lalat yang masuk ke permukiman dan tempat ibadah juga dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta Dr. H. Wini Karmila Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta, mengatakan pihak dinas bersama tiga kepala desa yaitu Kades Neglasari, Kades Cilingga dan Kades Neglasari sudah mendatangi pengelola peternakan sapi PT Nusa Farm guna menyampaikan keluhan dari masyarakat.
Menurutnya, informasi yang diperoleh dari penanggung jawab peternakan PT Nusa Farm bahwa munculnya lalat yang beterbangan ke rumah warga karena masalah angin.
Pihaknya sudah mengingatkan PT Nusa Farm untuk memaksimalkan penanganan kotoran limbah sapinya agar tidak mengganggu masyarakat.
Sementara itu, sampai berita ini dibuat, pihak PT Nusa Farm belum memberikan keterangan terkait keluhan warga tersebut. Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan memastikan pengelolaan peternakan telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku. ***











