PenaKu.ID – Warga Kampung Babakanlaban, RW 05, Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Brat, menanam puluhan batang pohon pisang di ruas jalan rusak dengan kondisi rusak berat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Penanaman pohon pisang itu disebut sebagai wujud kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Pasalnya, jalan rusak tersebut telah berlangsung lama dan belum mendapat perbaikan, meski sudah berganti kepemimpinan bupati.
Ketua RT 03/RW 05, Nur Laelasari yang akrab disapa Bu Ai, mengatakan penanaman pohon pisang di jalan rusak itu dilakukan warga tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia menyebut, berdasarkan informasi dari warga, aksi itu dilakukan pada malam hari.
“Penanaman pohon pisang itu bentuk protes dan kekecewaan warga terhadap pemerintah. Jalan tersebut sudah lama rusak berat, sementara ruas jalan di desa lain di Kecamatan Bojongpicung sudah bagus dan dicor beton,” ujar Ai, Sabtu (28/2/26).
Menurutnya, warga merasa dianaktirikan karena jalan di wilayah lain dalam satu kecamatan telah diperbaiki, sedangkan jalan di Kampung Babakanlaban belum tersentuh pembangunan. Padahal, Desa Bojongpicung merupakan ibu kota Kecamatan Bojongpicung.
Ai menambahkan, warga mengancam akan menambah jumlah pohon pisang yang ditanam apabila tidak segera ada pembangunan atau perbaikan jalan.
Jalan Rusak Sudah Diusulkan Berulang Kali
Sementara itu, Kepala Desa Bojongpicung, Dihernawan, S.H, membenarkan adanya aksi tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari para ketua RT dan RW pada pagi hari, lalu langsung meninjau lokasi.
Dihernawan mengatakan, jalan yang ditanami pohon pisang merupakan jalan terusan menuju Desa Kemang dengan panjang kurang lebih 750 meter dan lebar sekitar 4 meter.
Ia menyatakan memahami kekecewaan warga karena ruas jalan Babakanlaban memang telah lama diusulkan untuk diperbaiki sejak masa Bupati Cianjur terdahulu, namun hingga kini belum terealisasi.
Menurutnya, usulan perbaikan jalan tersebut sudah beberapa kali diajukan dalam draf Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa hingga tingkat Kecamatan Bojongpicung.
“Kami sudah menyampaikan informasi kepada masyarakat yang melakukan protes dengan menanam pohon pisang. Memang benar, jalan Babakanlaban sudah lama tidak diperbaiki. Kami berharap segera ada tanggapan untuk pembangunan jalan tersebut,” ujarnya menutup.**
