Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pemimpin Tak Becus Harus Dicopot

×

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pemimpin Tak Becus Harus Dicopot

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pemimpin Tak Becus Harus Dicopot
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. sumber: YouTube Sekretariat Presiden. (Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan bersuara lantang mengenai esensi kepemimpinan dan akuntabilitas dalam suatu organisasi maupun pemerintahan. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/05/2026).

Presiden Prabowo Subianto Ingatkan Menjadi Seorang Pemimpin 

Dalam pidatonyanya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mengakui keberhasilan dengan jujur serta mengevaluasi kegagalan secara tegas. 

Ia menggarisbahwa kualitas dari sebuah organisasi atau tim sangat bergantung pada kapabilitas yang dimiliki oleh seorang pemimpin (leadership).

“Karena leadership, kepemimpinan. Kalau bagus, ya kita harus akui bagus. Kalau baik, kita akui baik. Dan dalam organisasi, kalau organisasinya baik, berarti pemimpinnya baik,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Guna mempermudah pemahaman filosofi kepemimpinan tersebut, Presiden Prabowo memberikan analogi sederhana melalui tim kesebelasan sepak bola. 

Pemimpin Kalau Enggak Beres “Copot”

Menurutnya, sebuah tim yang berhasil memenangkan kompetisi mencerminkan manajemen, pelatih, serta kapten tim yang bekerja dengan sangat baik sehingga layak mendapatkan perpanjangan kontrak.

“Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang, ya manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasan baik, benar enggak? Kontrak diperpanjang. Benar kan? Kalau enggak beres, copot!” tegas Presiden.

Pernyataan tegas mengenai tindakan pencopotan bagi pemimpin yang dinilai tidak kompeten tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan, sorak tawa, dan persetujuan dari para pejabat, tokoh masyarakat, serta jajaran aparat TNI/Polri yang hadir di lokasi acara.

Singgung Seorang Pemimpin yang Gagal

Prabowo Subianto mengingatkan agar tidak ada pihak yang memaksakan diri untuk mempertahankan jabatan atau kepemimpinan apabila performa yang ditunjukkan terus-menerus mengalami kegagalan. Baginya, akuntabilitas berbasis hasil nyata adalah hukum alam yang tidak bisa ditawar dalam kehidupan profesional.

“Sederhana, bener enggak? Ini namanya hidup, Saudara-saudara. Jadi jangan kamu pengen jadi kapten kesebelasan sepak bola, kalah, kalah, kalah, pengen diperpanjang terus. Ya enggak,” pungkas Presiden Prabowo dengan nada lugas.

Acara peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran manajemen koperasi, aparatur negara, dan kepala daerah untuk senantiasa mengedepankan kepemimpinan yang transparan, bertanggung jawab, serta berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.***