Pendidikan

Wakil Wali Kota Cimahi: AI Tak Akan Pernah Gantikan Guru

×

Wakil Wali Kota Cimahi: AI Tak Akan Pernah Gantikan Guru

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Cimahi: AI Tak Akan Pernah Gantikan Guru
Wakil Wali Kota Cimahi: AI Tak Akan Pernah Gantikan Guru

PenaKu.ID – Di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai merambah berbagai sektor, peran guru dinilai tetap tidak tergantikan. Karena itu, para pendidik dituntut memiliki kemampuan literasi digital agar mampu memaksimalkan proses pembelajaran sekaligus mencetak generasi yang berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat membuka Kegiatan Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SDN Cimahi Mandiri 1 pada Senin (13/7/26).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk membangun masa depan Kota Cimahi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan satu hingga dua dekade lalu. Generasi saat ini, khususnya generasi alfa, tumbuh di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Kondisi tersebut, kata Wakil Wali Kota Cimahi, menuntut para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Wakil Wali Kota Cimahi Tekankan Pemanfaatan Teknologi

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan tidak menghilangkan peran utama guru sebagai pembimbing karakter dan moral siswa.

“Saya yakin guru tidak bisa disubstitusi oleh teknologi. Kenapa? Karena yang bisa mengubah manusianya adalah guru, bukan teknologi. Hal itu dilakukan melalui sentuhan rasa dan pembentukan karakter,” tegas Adhitia.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak hanya memiliki kemampuan digital (tech-savvy), tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral, empati, dan integritas. Dalam hal ini, teknologi diposisikan sebagai sarana pendukung pembelajaran, sedangkan guru tetap menjadi aktor utama dalam membentuk etika, karakter, dan budi pekerti peserta didik.

Pemerintah Kota Cimahi, lanjut Adhitia, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Dengan kompetensi guru yang terus berkembang, Kota Cimahi optimistis mampu melahirkan generasi emas yang unggul, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional dan spiritual.**