PenaKu.ID – Sejumlah tiang penyangga kabel jaringan telepon dan listrik yang berdiri di sepanjang jalan menuju Kampung Buniayu atau arah Kantor Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan dalam kondisi miring dan nyaris ambruk ke area persawahan.
Tiang-tiang kabel yang tampak condong ke tengah sawah tersebut sebelumnya diduga milik PT PLN (Persero). Namun setelah dilakukan penelusuran, dipastikan seluruhnya merupakan aset milik PT Telkom Indonesia, bukan milik PT PLN (Persero).
Pihak Telkom pun diminta segera melakukan perbaikan untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Tiang Kabel Telkom Sudah Dilaporkan tapi Belum Ada Tindakan
Teknisi Telkom Ciranjang, Irfan Nugraha, saat dikonfirmasi di Kantor Telkom Ciranjang, menjelaskan bahwa saat ini kantor tersebut difungsikan sebagai pos teknisi dan layanan pengaduan. Adapun pelayanan utama telah dipusatkan di Jalan Selakopi, Cianjur.
Ia menegaskan, tiang kabel optik yang miring ke area sawah tersebut merupakan milik Telkom, bukan PLN. Kondisi itu, kata dia, telah dilaporkan ke Telkom Cianjur dan akan kembali dilaporkan menyusul adanya konfirmasi dari awak media.
“Tiang-tiang tersebut bukan milik PLN, melainkan milik PT Telkom Indonesia. Sebenarnya sudah kami laporkan ke Telkom Cianjur. Mungkin masih dalam proses karena kesibukan, sehingga belum ada perbaikan. Sekarang akan kami laporkan kembali karena adanya konfirmasi dari media,” ujar Irfan, Rabu (4/2/26).
PLN Pastikan Tiang Kabel Nyaris Roboh Bukan Aset PLN
Sementara itu, teknisi PLN Ciranjang, Erwan H., menambahkan bahwa kantor PLN Ciranjang kini hanya difungsikan sebagai tempat berkumpul teknisi dan pos pengaduan. Untuk pelayanan, masyarakat diarahkan ke Kantor PLN Made.
Erwan menegaskan, tiang yang berjajar di pinggir jalan menuju Kantor Desa Kertamukti, Kampung Buniayu, bukan milik PLN. Ia menjelaskan bahwa tiang kabel milik PLN menggunakan material beton, berbeda dengan tiang yang saat ini dilaporkan miring.
Menurutnya, pihak PLN kerap menerima laporan dari masyarakat yang menyebut tiang tersebut sebagai milik PLN. Namun setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, tiang yang dimaksud bukan merupakan aset PLN.
“Banyak laporan masuk terkait tiang yang miring dan nyaris ambruk di Jalan Buniayu. Setelah kami cek, ternyata itu bukan tiang milik PLN,” tutupnya.**
