Ekonomi

Tekanan Global Bayangi Saham BBCA

Tekanan Global Bayangi Saham BBCA
Tekanan Global Bayangi Saham BBCA. /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menghadapi tekanan pada perdagangan akhir Januari 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar dan derasnya aksi jual investor asing. Meski demikian, kinerja fundamental bank swasta terbesar di Indonesia ini dinilai masih solid dan terjaga.

Informasi dihimpun, pada perdagangan pekan terakhir Januari, pergerakan saham BBCA cenderung melemah dan sempat terkoreksi cukup dalam mengikuti penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tekanan tersebut muncul di tengah sentimen global yang kurang kondusif, termasuk penyesuaian indeks global serta arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.

Sejumlah analis menilai pelemahan harga saham BBCA lebih dipicu faktor eksternal ketimbang memburuknya kinerja perusahaan. Hingga akhir 2025, BCA masih mampu membukukan pertumbuhan bisnis yang stabil dengan kualitas yang terjaga.

Berdasarkan laporan kinerja terbaru, BBCA mencatatkan pertumbuhan kredit di kisaran 7–8 persen sepanjang 2025. Laba bersih perseroan juga tumbuh secara tahunan, mencerminkan kemampuan BCA menjaga profitabilitas di tengah tingginya suku bunga acuan serta ketatnya persaingan industri perbankan.

Apa Keunggulan BBCA?

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BCA terus mengalami pertumbuhan dengan dominasi dana murah atau current account saving account (CASA). Rasio CASA yang konsisten berada di atas 80 persen menunjukkan struktur pendanaan yang efisien dan menjadi salah satu keunggulan utama BBCA dibandingkan bank lain.

Kualitas aset perseroan pun relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada pada level rendah, mencerminkan penerapan manajemen risiko yang konservatif serta kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Manajemen BCA menilai fluktuasi harga saham merupakan bagian dari dinamika pasar modal, khususnya dalam jangka pendek. Perseroan menegaskan fokus utama tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati pergerakan investor asing yang aktif melakukan penjualan saham perbankan berkapitalisasi besar, termasuk BBCA. Aksi tersebut turut memberi tekanan pada harga saham meskipun kinerja keuangan emiten tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

Ke depan, prospek saham PT Bank Central Asia Tbk dinilai akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas pasar keuangan global, arah kebijakan suku bunga, serta pergerakan arus modal asing. Untuk jangka panjang, banyak analis tetap menilai BBCA sebagai salah satu saham perbankan dengan fondasi fundamental terkuat di pasar modal Indonesia.**

Exit mobile version