Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Tipis, Saatnya Borong?

Harga Emas Antam Turun Tipis, Saatnya Borong
Harga Emas Antam Turun Tipis, Saatnya Borong. /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Harga emas antam atau batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat melemah tipis pada perdagangan Selasa pagi. Mengacu pada pembaruan resmi melalui platform Logam Mulia, harga emas berada di level Rp2.988.000 per gram.

Penurunan ini terbilang terbatas dibandingkan posisi sebelumnya. Kondisi tersebut mencerminkan pergerakan pasar yang relatif stabil, meski tekanan dari dinamika global masih membayangi. Harga yang tercantum merupakan acuan dasar dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar internasional.

Penyesuaian harga juga terjadi pada berbagai ukuran. Untuk pecahan 0,5 gram, harga berada di kisaran Rp1,54 juta. Sementara itu, emas 5 gram dipatok sekitar Rp14,7 juta. Adapun untuk ukuran besar seperti 100 gram, nilainya mendekati Rp293 juta.

Apa yang Memengaruhi Harga Emas Antam?

Pergerakan harga emas di dalam negeri tidak lepas dari pengaruh eksternal. Fluktuasi harga emas global menjadi faktor utama, ditambah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika rupiah melemah, harga emas domestik cenderung ikut menguat. Selain itu, arah kebijakan suku bunga global dan laju inflasi turut memengaruhi minat investor terhadap instrumen logam mulia.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai yang relatif aman. Sejumlah pelaku pasar menilai koreksi tipis ini sebagai hal wajar, bahkan membuka peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi pembelian secara bertahap.

Dalam setiap transaksi, masyarakat juga diimbau memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku. Pembelian emas dikenakan tarif lebih rendah bagi pemilik NPWP dibandingkan non-NPWP. Sementara pada transaksi penjualan kembali (buyback), potongan pajak juga diterapkan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.

Secara keseluruhan, meski mengalami pelemahan ringan, harga emas Antam masih bertahan di level tinggi. Hal ini mencerminkan minat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang tetap kuat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.** (tds)

Exit mobile version