PenaKu.ID – Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada awal perdagangan pekan ini. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Senin (16/2/2026) pagi, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di kisaran Rp 2.940.000, turun sekitar Rp 14.000 dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu.
Koreksi harga ini terjadi setelah emas Antam sempat bertahan di level yang lebih tinggi dalam beberapa hari sebelumnya. Penurunan serupa juga terlihat pada harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam. Saat ini, harga buyback tercatat sekitar Rp 2.728.000 per gram, melemah sekitar Rp 13.000 dibandingkan pekan sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga buyback tersebut mencerminkan spread yang perlu diperhatikan oleh investor maupun pemilik emas saat melakukan transaksi jual beli. Spread ini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan strategi investasi emas, terutama bagi investor jangka pendek.
Daftar Harga Emas Antam Ukuran Populer (16 Februari 2026)
Harga dasar, belum termasuk pajak dan biaya transaksi
0,5 gram: sekitar Rp 1.520.000
1 gram: Rp 2.940.000
2 gram: sekitar Rp 5.830.000
5 gram: sekitar Rp 14.475.000
10 gram: sekitar Rp 28.895.000
100 gram: sekitar Rp 288.360.000
1.000 gram: sekitar Rp 2.880.600.000
Pergerakan harga emas domestik ini sejalan dengan dinamika pasar emas global yang masih berfluktuasi. Selain itu, faktor permintaan di dalam negeri turut memengaruhi pembentukan harga logam mulia di pasar Indonesia.
Meski mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, secara jangka menengah hingga panjang harga emas Antam masih menunjukkan tren kenaikan. Hal tersebut tercermin dari data pergerakan harga dalam tiga bulan terakhir yang mencatat peningkatan cukup signifikan.
Investor dan calon pembeli disarankan untuk terus memantau pembaruan harga harian melalui situs resmi Logam Mulia Antam, mengingat harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global dan pergerakan nilai tukar.
Di tengah kondisi pasar saat ini, emas batangan Antam tetap menjadi salah satu instrumen investasi fisik yang diminati masyarakat Indonesia. Sifatnya yang likuid serta rekam jejaknya sebagai aset lindung nilai membuat emas kerap dipilih untuk investasi jangka panjang. Meski demikian, calon investor tetap perlu memahami risiko spread serta menyesuaikan keputusan pembelian dengan tujuan investasi masing-masing.** (tds)
~source: databoks
