PenaPeristiwa
Trending

Sungai Gunting dan Catak Banteng Meluap, 3 Kecamatan Tergenag

PenaKu.ID – Sungai Gunting dan Catak Banteng meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang Jawa Timur beberapa hari ke belakang dengan intensitas tinggi.

Luapan kedua sungai tersebut sedikitnya merendam delapan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Jombang.

Banjir di antaranya merendam Dusun Kebondalem dan Pekunden di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Banjir mulai merendam permukiman penduduk pada Kamis (1/4/21) sekitar pukul 19.30 WIB.

“Kemarin malam paling dalam sampai 2 meter. Sekarang tinggal di jalan-jalan 30-60 cm,” kata Kepala Dusun Kebondalem, Irwan Susanto di lokasi, Jumat (2/4/2021).

Ia menjelaskan, banjir kali ini berdampak terhadap 659 kepala keluarga (KK) di Desa Kademangan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.

Warga sempat mengungsi ke balai desa setempat. Namun pagi tadi, para korban bajir sudah bisa pulang untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur.

“Ada 659 KK yang terdampak kemarin karena banjirnya lebih besar dari sebelumnya. Saat ini genangan air di Dusun Kebondalem dan Dusun Pekunden alhamdulillah sudah mulai surut,” kata Irwan.

Baca Juga:

Sama dengan sebelumnya, lanjut Irwan, banjir kali ini akibat meluapnya Sungai Catak Banteng dan Pancir Gunting.

Kedua sungai besar itu meluap karena tidak mampu menampung debit air dari wilayah hulu. Yakni di Kecamatan Wonosalam, Jombang dan Kandangan, Kediri.

“Penyebabnya, kemarin sore dari hulu daerah Wonosalam dan Kandangan hujan deras. Sehingga aliran dari hulu ke Sungai Pancir Gunting dan Catak Banteng naik debit airnya,” imbuhnya.

Desa Kademangan sudah puluhan tahun menjadi langganan banjir selama musim hujan. Kondisi ini membuat warga jengah. Seperti yang diungkapkan Mudiono (61).

“Kami minta banjir ini ditanggulangi sebab sejak saya masih kecil sudah menjadi langganan,” tegasnya.

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang Stevie Maria menuturkan, hingga pukul 08.00 WIB, banjir masih menggenangi 8 desa di 3 kecamatan. Yaitu di Kecamatan Mojoagung, Mojowarno dan Sumobito.

Di wilayah Mojowarno, banjir terjadi di Dusun Tegalsari-Desa Wringinpitu dengan ketinggian 20-40 cm dan Dusun Karangkletak-Desa Catakgayam dengan ketinggian 5-10 cm.

Di wilayah Mojoagung banjir terjadi di Dusun Kebondalem dan Pekunden-Desa Kademangan dengan ketinggian 40-60 cm. Di Dusun Betek Utara-Desa Betek ketinggiannya 20-30 cm dan Dusun Kagulan-Desa Janti ketinggiannya 10-20cm.

Sedangkan di wilayah Sumobit, banjir terjadi di Dusun Talunlor-Desa Talunkidul dengan ketinggian 60-100 cm. Lalu di Dusun Grudo-Desa Madyopuro 50-80 cm, serta di Dusun Ngrambe-Desa Kendalsari 40-50 cm.

Stevie membenarkan banjir di 8 desa itu akibat meluapnya Sungai Pancir Gunting dan Catak Banteng.

“Curah hujan tinggi dengan durasi waktu yang lama pada hampir semua wilayah hulu. Kondisi sungai baik, tapi tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi,” tutupnya.

**Red/siberindo

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button