Seleb

Sineas Lokal Sukabumi Unjuk Gigi dalam Produksi Horor “Anak Kuntilanak”

×

Sineas Lokal Sukabumi Unjuk Gigi dalam Produksi Horor “Anak Kuntilanak”

Sebarkan artikel ini
Sineas Lokal Sukabumi Unjuk Gigi dalam Produksi Horor "Anak Kuntilanak"
Sineas Lokal Sukabumi Unjuk Gigi dalam Produksi Horor "Anak Kuntilanak"

PenaKu.ID  – Energi kreatif perfilman di Kota Sukabumi Jawa Barat kembali membara. Produksi film horor terbaru bertajuk “Anak Kuntilanak” kini tengah mengambil latar di sudut-sudut kota, membawa angin segar bagi ekosistem sinema lokal. Bukan sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, para sineas lokal Sukabumi dipercaya untuk terlibat langsung, mengisi peran-peran krusial dalam jalinan cerita film Anak Kuntilanak.

Salah satu sorotan jatuh pada Yudhi Onyeh dan kawan-kawan. Mereka mendapatkan tantangan besar untuk menghidupkan karakter kepolisian dalam plot film Anak Kuntilanak ini. 

“Keterlibatan ini bukan sekadar urusan akting di depan lensa, melainkan menjadi masterclass nyata bagi mereka untuk menyelami dapur produksi film berskala profesional,” kata Yudhi Onyeh kepada PenaKu.ID, Minggu (8/3/2026).

Anak Kuntilanak: Mentorship di Set & Menghidupkan Realisme Investigasi

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dalam adegan-adegan yang menuntut ketegangan tinggi, para pemain lokal mendapatkan bimbingan intensif dari Sunarya Ishak, yang berperan sebagai Komandan Polisi. Kehadiran beliau di lokasi syuting melampaui peran seorang aktor; ia menjadi mentor yang memastikan setiap detail teknis-mulai dari gestur aparat saat menangani kasus, taktik penangkapan, hingga prosedur investigasi pembunuhan- tersaji secara realistis dan meyakinkan.

“Bagi komunitas film Sukabumi, momen ini adalah ruang belajar yang mahal harganya. Mereka menyerap banyak hal: mulai dari kedisiplinan tingkat tinggi di lokasi syuting (on-set discipline), teknik pendalaman karakter, hingga pemahaman mendalam mengenai detail teknis adegan investigasi yang kompleks,” tandasnya.

LCS: Inkubator Bakat Sineas Sukabumi

Kolaborasi ini menjadi bukti autentik bahwa komunitas film di Sukabumi, terutama yang bernaung di bawah LCS atau Lapdek Comunity Sukabumi, terus bertransformasi. Mereka tidak lagi hanya menjadi pengamat, tetapi aktif mengambil peran strategis, baik sebagai talent, kru, maupun kreator.

“Ini adalah momentum level up bagi kami. Melihat bagaimana sebuah film profesional diproduksi dari jarak dekat memberikan perspektif baru tentang standar industri yang sebenarnya,” ujar Ketua LCS Kompol Purn Sunarya Ishak.

Harapannya, sinergi antara rumah produksi nasional dan talenta lokal ini dapat terus berlanjut. Dengan jam terbang yang terus bertambah, sineas Sukabumi diharapkan mampu melahirkan karya-karya mandiri yang lebih kompetitif dan membanggakan di masa depan.” pungkasnya.**