Politik

Satu Abad Khidmah: Wakil Ketua DPRD Fraksi PKB Ajak Nahdlatul Ulama Kawal Peradaban Mulia Indonesia

Satu Abad Khidmah: Wakil Ketua DPRD Fraksi PKB Ajak Nahdlatul Ulama Kawal Peradaban Mulia Indonesia
Foto Istimewa: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB, H Usep.

PenaKu.ID -Momentum bersejarah menyelimuti jagat nusantara seiring dengan genapnya usia satu abad Nahdlatul Ulama (NU). Menanggapi capaian besar ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Usep menyampaikan pesan reflektif sekaligus harapan besar bagi organisasi besutan para kiai tersebut.

Membawa tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, H. Usep menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi massa, melainkan jangkar moral yang menjaga arah kemerdekaan bangsa agar tetap berada dalam koridor kemuliaan.

Nahdlatul Ulama Menjaga Marwah Kemerdekaan

Dalam keterangan resminya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Usep menyebutkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah buah dari ijtihad panjang para ulama. Oleh karena itu, tugas generasi hari ini adalah memastikan kemerdekaan tersebut bertransformasi menjadi sebuah peradaban yang luhur.

“Selamat Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama. Di usia yang telah melampaui satu abad ini, khidmah NU terhadap bangsa sudah tidak perlu diragukan. NU adalah garda terdepan dalam memastikan bahwa kemerdekaan yang kita hirup hari ini bermuara pada terbentuknya peradaban yang mulia-peradaban yang menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan nilai-nilai religiusitas,” tutur beliau.

Nahdlatul Ulama Membangun Peradaban Berbasis Akhlakul Karimah

Menurut Politisi besutan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), peradaban mulia yang dicita-citakan bukan hanya soal kemajuan infrastruktur atau teknologi, melainkan tentang kedaulatan mental dan karakter bangsa.

“Peradaban mulia hanya bisa tegak di atas pondasi Akhlakul Karimah. Kita ingin Indonesia maju secara ekonomi, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai santri yang tawadhu dan moderat (Tawassuth). Inilah peran besar NU di abad kedua ini: menjadi kompas moral menuju Indonesia Emas,” tegas H. Usep.

Pesan Kolaborasi untuk Umat

Sebagai wakil rakyat, beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan visi besar NU. Beberapa poin strategis yang ditekankan antara lain:

Pendidikan Berwawasan Global: Mencetak SDM unggul yang menguasai IPTEK tanpa meninggalkan jati diri Ahlussunnah wal Jama’ah.

Keadilan Sosial: Memastikan pembangunan menyentuh lapisan masyarakat paling bawah (kaum mustad’afin).
Persatuan Bangsa: Menjaga tenun kebangsaan dari ancaman polarisasi yang merusak persaudaraan (Ukhuwah).

“Mari kita jadikan momentum 100 tahun ini sebagai titik pijak untuk berlari lebih kencang. Bersama NU, kita kawal Indonesia merdeka menuju peradaban yang dihormati di mata dunia. Hayya ‘Alal Falah, mari menuju kemenangan yang penuh berkah,” pungkasnya.**

Exit mobile version