PenaKu.ID – Saham berkode DADA kembali menyita perhatian pelaku pasar dalam beberapa waktu terakhir. Infromasi dihimpun dari sejumlah sumber, pergerakan harga yang tidak biasa, disertai lonjakan aktivitas transaksi, membuat emiten ini menjadi perbincangan di kalangan investor, khususnya ritel.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) dikenal sebagai emiten sektor properti yang sebelumnya masuk kategori saham berlikuiditas rendah. Namun, status tersebut berubah setelah saham DADA mencatat kenaikan harga signifikan dalam waktu singkat, yang kemudian memicu lonjakan minat beli dari investor ritel.
Reli harga saham DADA terjadi di tengah beragam sentimen pasar. Mulai dari harapan perbaikan kinerja keuangan hingga spekulasi terkait potensi aksi korporasi. Meski demikian, volatilitas yang tinggi membuat BEI mengambil langkah pengawasan dengan menempatkan saham DADA ke dalam Papan Pemantauan Khusus (FCA) karena pergerakan harga dinilai tidak wajar.
Seiring waktu, tekanan jual mulai mendominasi. Harga saham DADA berbalik arah dan mengalami koreksi tajam hingga kembali menyentuh level terendah. Bahkan, dalam beberapa sesi perdagangan, saham ini sempat terkunci di harga batas bawah, sehingga menyulitkan sebagian investor ritel untuk melakukan transaksi.
Dari sisi fundamental, manajemen perusahaan menyampaikan adanya perbaikan kinerja operasional, termasuk pertumbuhan laba pada periode tertentu. Namun, sejumlah analis menilai bahwa fluktuasi harga saham DADA saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Pergerakan saham lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dan aktivitas spekulatif pasar.
Menyikapi Saham DADA
Pengamat pasar modal pun mengingatkan investor agar lebih berhati-hati dalam menyikapi saham dengan volatilitas ekstrem. Investor disarankan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga, tetapi juga mencermati keterbukaan informasi, laporan keuangan, serta aktivitas pemegang saham pengendali.
“Pergerakan saham yang naik dan turun terlalu cepat umumnya mengandung risiko tinggi. Investor perlu memahami profil risikonya sebelum mengambil keputusan,” ujar seorang analis pasar modal.
BEI turut mengimbau investor untuk selalu memperhatikan pengumuman resmi dari bursa dan perusahaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang beredar di media sosial maupun forum diskusi.
Dengan kondisi tersebut, saham DADA dinilai lebih sesuai bagi investor yang memiliki toleransi risiko tinggi dan strategi investasi yang matang. Sementara itu, investor dengan profil konservatif disarankan tetap selektif sebelum mengambil posisi.** [tds]
