Ekonomi

Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Loyo Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Loyo Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Loyo Jelang Akhir Pekan. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (29/5/2026) sore. Tekanan jual investor asing dan sentimen global yang belum mereda membuat laju pasar saham domestik kehilangan momentum penguatan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan melemah tipis 0,05 persen dan parkir di level 6.127,38. Padahal, pada sesi pertama perdagangan indeks sempat bergerak menguat sebelum akhirnya tertekan menjelang penutupan pasar.

Pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati seiring berlangsungnya penyesuaian indeks MSCI yang efektif pada akhir perdagangan hari ini. Momentum tersebut mendorong investor institusi global melakukan rebalancing portofolio, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut membebani pergerakan pasar. Rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.800 per dolar AS dinilai meningkatkan kekhawatiran terhadap arus keluar modal asing dari pasar domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan Masih Bakal Bergerak Fluktuatif

Tekanan juga datang dari aksi ambil untung yang dilakukan investor menjelang akhir pekan. Setelah bergerak fluktuatif dalam beberapa hari terakhir, sejumlah saham unggulan mengalami koreksi akibat aktivitas profit taking tersebut.

Dari sentimen eksternal, pasar global masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta pelemahan bursa saham Wall Street. Kondisi itu membuat investor memilih bersikap wait and see terhadap aset berisiko, termasuk saham di negara berkembang.

Sejumlah sektor tercatat mengalami tekanan sepanjang perdagangan, terutama sektor industri dan teknologi. Sementara itu, sektor infrastruktur masih mampu bergerak relatif stabil di tengah volatilitas pasar.

Analis memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada awal pekan depan masih akan bergerak fluktuatif. Investor diperkirakan tetap mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta dinamika ekonomi global sebagai faktor utama penentu arah pasar.

Meski kembali ditutup melemah, sebagian pelaku pasar menilai koreksi yang terjadi masih tergolong wajar dan belum mengubah tren pergerakan IHSG secara keseluruhan.** (tds)

Exit mobile version