Ekonomi

Ditutup Tipis di 8.235, IHSG Masih Cari Arah

Ditutup Tipis di 8.235, IHSG Masih Cari Arah
Ditutup Tipis di 8.235, IHSG Masih Cari Arah. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Perdagangan saham pada Jumat (27/2/2026) ditutup nyaris tanpa perubahan signifikan. Melansir sejumlah sumber kredibel, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak dalam rentang terbatas dan berakhir menguat tipis, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap sejumlah dinamika domestik dan global.

Sepanjang sesi, IHSG sempat berayun cukup lebar. Indeks menyentuh level terendah di kisaran 8.093 dan tertinggi sekitar 8.246. Namun hingga penutupan perdagangan, laju indeks terkunci di level 8.235 atau naik tipis dibandingkan posisi sebelumnya. Pola ini mengindikasikan pasar masih berada dalam fase pencarian arah.

Secara sektoral, saham-saham industri, barang konsumsi non-primer, serta bahan baku mencatat penguatan. Sebaliknya, sektor keuangan dan infrastruktur mengalami tekanan akibat aksi jual investor.

Profit Taking dan Tekanan Global terhadap IHSG

Tekanan sempat membayangi IHSG sejak awal perdagangan. Indeks dibuka melemah sekitar 0,29 persen ke posisi 8.211, dipicu aksi ambil untung (profit-taking) menjelang akhir pekan.

Analis menilai tekanan tersebut dipengaruhi kombinasi sejumlah faktor, mulai dari risiko fiskal, sensitivitas pasar terhadap potensi perubahan peringkat, hingga aktivitas penyeimbangan ulang (rebalancing) portofolio oleh investor institusi.

Sentimen eksternal turut membebani pergerakan awal indeks. Kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap impor panel surya, yang juga mencakup produk dari Indonesia, menjadi salah satu faktor yang menahan penguatan IHSG. Isu tersebut memicu kehati-hatian pelaku pasar dalam mengambil posisi.

Reformasi Pasar Modal Jadi Sorotan

Di tengah fluktuasi tersebut, perhatian investor juga tertuju pada rencana reformasi pasar modal yang tengah disiapkan BEI bersama otoritas terkait. Salah satu wacana utama adalah peningkatan ambang batas free float—atau porsi saham yang beredar di publik—menuju 15 persen dari ketentuan saat ini.

Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat struktur pasar dan meningkatkan transparansi, sekaligus memenuhi ekspektasi lembaga indeks global. Namun, sebagian pelaku pasar menilai langkah tersebut juga perlu diimbangi dengan kesiapan likuiditas agar tambahan pasokan saham dapat terserap optimal.

Proyeksi Awal Pekan IHSG

Untuk beberapa sesi perdagangan ke depan, analis memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 8.200 hingga 8.400. Area tersebut dinilai sebagai fase konsolidasi sembari pasar menunggu kepastian arah kebijakan dan rilis data ekonomi lanjutan.

Investor juga disarankan mencermati data ekonomi global, termasuk inflasi produsen di Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko terhadap aset negara berkembang seperti Indonesia.

Pergerakan IHSG di penghujung pekan mencerminkan respons pasar yang cenderung defensif. Kombinasi aksi ambil untung, dinamika reformasi pasar modal, serta sentimen perdagangan global membuat indeks bergerak terbatas. Fase konsolidasi diperkirakan masih berlanjut pada awal pekan, seiring pelaku pasar menimbang arah kebijakan dan perkembangan data ekonomi terbaru.** (tds)

Exit mobile version