PenaKu.ID – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia masih terpantau stabil hingga Selasa pagi (26/5/2026). Belum ada penyesuaian harga terbaru, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi yang dipasarkan oleh Pertamina dan operator swasta lainnya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah daerah, harga bahan bakar minyak jenis Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter. Sementara itu, BioSolar subsidi tetap dijual Rp6.800 per liter.
Untuk harga bahan bakar minyak nonsubsidi, Pertamax masih berada di kisaran Rp12.300 per liter. Adapun Pertamax Green 95 dipasarkan sekitar Rp12.900 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo yang masuk kategori bahan bakar beroktan tinggi masih dijual mendekati Rp19.900 per liter di beberapa wilayah.
Harga lebih tinggi masih terlihat pada produk diesel nonsubsidi. Dexlite kini dipasarkan sekitar Rp26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di kisaran Rp27.900 per liter.
Harga Bahan Bakar Minyak Operator Swasta
Tidak hanya SPBU milik Pertamina, sejumlah operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo Energy Indonesia juga belum melakukan perubahan harga jual BBM mereka.
Produk Shell Super dan BP 92 masih dipasarkan di kisaran Rp12.390 per liter. Sementara BBM diesel premium seperti Shell V-Power Diesel dan BP Ultimate Diesel tetap dijual mendekati Rp30 ribu per liter.
Analis energi menilai harga BBM nonsubsidi masih dipengaruhi fluktuasi pasar minyak dunia yang belum sepenuhnya stabil. Selain harga minyak mentah global, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga dinilai berpengaruh terhadap biaya impor bahan bakar.
Di sisi lain, pemerintah masih mempertahankan kebijakan subsidi untuk Pertalite dan BioSolar guna menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi, terutama di sektor transportasi dan logistik.
Meski belum ada pengumuman kenaikan harga terbaru, masyarakat tetap diimbau memantau informasi resmi dari masing-masing operator SPBU. Pasalnya, harga BBM nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar energi internasional.** (tds)
