PenaKu.ID – Amerika Serikat kembali memperlihatkan perkembangan terbaru dalam program senjata hipersonik setelah muncul bukti pengujian rudal AGM-183 ARRW. Sistem yang sebelumnya sempat dinilai gagal itu kini kembali masuk tahap uji, menandai perubahan pendekatan strategi militer Washington di tengah persaingan global.
Rekaman visual yang dirilis pada akhir April 2026 menunjukkan pembom B-1B Lancer membawa rudal tersebut pada bagian luar badan pesawat. Temuan ini menjadi perhatian karena pada fase sebelumnya, pengujian ARRW lebih banyak dilakukan menggunakan B-52H Stratofortress.
Penggunaan B-1B dinilai bukan sekadar uji coba biasa. Angkatan Udara Amerika Serikat disebut tengah menyiapkan pesawat tersebut sebagai platform utama untuk pengujian senjata hipersonik generasi berikutnya. Pengembangan ini juga mencakup sistem peluncur modular yang dirancang mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar.
Program ARRW sendiri sempat dihentikan pada 2023 setelah beberapa kali mengalami kendala dalam pengujian. Namun, dalam dokumen anggaran terbaru, Pentagon kembali mengalokasikan dana dalam jumlah besar guna melanjutkan proyek ini. Versi lanjutan yang dikenal sebagai “Increment 2” disebut akan membawa peningkatan kemampuan, meski rincian teknisnya belum diungkap ke publik.
Dari sisi teknologi, ARRW merupakan rudal hipersonik dengan konsep boost-glide. Sistem ini memanfaatkan roket pendorong untuk mencapai kecepatan tinggi, sebelum kendaraan luncur dilepaskan menuju target. Dengan kecepatan yang diperkirakan melampaui Mach 5, rudal ini dinilai sulit dideteksi maupun dicegat oleh sistem pertahanan konvensional.
AS Lanjutkan Perlombaan Rudal Hipersonik
Kembalinya pengembangan ARRW juga tidak terlepas dari konteks geopolitik. Amerika Serikat berupaya mengejar ketertinggalan dalam teknologi hipersonik dari Rusia dan China, yang lebih dahulu mengklaim memiliki sistem operasional di bidang tersebut.
Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam memperkuat daya tangkal militer, terutama di kawasan Indo-Pasifik. Senjata hipersonik dianggap mampu memberikan keunggulan dalam menyerang target strategis dalam waktu yang sangat singkat.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait jadwal uji terbang terbaru menggunakan B-1B. Namun, kemunculan rekaman tersebut mengindikasikan bahwa proses pengujian masih berlangsung dan program ini belum memasuki tahap produksi massal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih melanjutkan upaya dalam perlombaan pengembangan senjata hipersonik. Program ARRW kini memasuki fase baru yang dinilai lebih agresif dan strategis dibandingkan sebelumnya.** (tds)
~source: The War Zone, Aviation A27










