PenaKu.ID – Keamanan nasional Inggris kini berada dalam titik krusial. Pemerintah secara resmi menaikkan level ancaman terorisme dari “substantial” ke “severe” pada hari Kamis malam.
Keputusan ini diambil setelah insiden penikaman terhadap dua pria Yahudi di Golders Green, London Utara, pada hari Rabu, yang kini diklasifikasikan oleh Kepolisian Metropolitan sebagai aksi terorisme.
Lonjakan Sentimen Ekstremisme di Inggris
Menteri Dalam Negeri, Shabana Mahmood, menegaskan bahwa kenaikan level ini tidak hanya dipicu oleh satu insiden tunggal. Data intelijen menunjukkan adanya peningkatan ancaman yang lebih luas dari kelompok Islamis maupun sayap kanan ekstrem.
Dengan status “severe”, sebuah serangan teror dianggap sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu enam bulan ke depan, memicu kewaspadaan tinggi di seluruh penjuru negeri.
Perlindungan Inggris Ekstra bagi Komunitas Yahudi
Kepolisian kini memperketat pengamanan di lokasi-lokasi sensitif, menyusul rentetan serangan terhadap komunitas Yahudi dalam beberapa bulan terakhir. Tersangka penikaman, Essa Suleiman, diketahui pernah masuk dalam program deradikalisasi “Prevent” pada 2020.
Pemerintah berjanji akan mengerahkan segala sumber daya untuk memberantas antisemitisme dan memastikan keselamatan publik di tengah situasi global yang tidak dapat diprediksi.**











