PenaKu.ID – Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, Drs Lutfi Achmad M.B.A,. yang juga merupakan tokoh Buruh, menyampaikan pesan mendalam dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).
Dengan nada yang tenang namun penuh ketegasan, beliau menyoroti pentingnya menjaga stabilitas internal dan solidaritas antara pemberi kerja dan pekerja sebagai pondasi utama ketahanan nasional.
Pesan Persatuan di Tengah Krisis Global
Saat di mintai tanggapan awak media soal Heri Buruh Internasional (Mau Day), beliau menyampaikan bahwa peringatan May Day tahun ini membawa beban refleksi yang lebih berat bagi Indonesia. Beliau secara spesifik menyinggung ketegangan antara Israel dan Iran yang telah memicu fluktuasi harga komoditas global.
“Kita tidak sedang berada di pulau yang terisolasi. Dampak eskalasi di Timur Tengah sangat nyata mulai dari potensi kenaikan harga energi hingga gangguan rantai pasok global. Namun, saya percaya, kuncinya adalah ketenangan dan kemandirian,” tegasnya Lutfi Achmad kepada awak media, Jumat (1/5/2026)
Keseimbangan Antara Kepentingan Buruh dan Ketahanan Ekonomi
Sebagai Tokoh Buruh di Sukabumi Raya yang memahami seluk-beluk operasional bisnis, beliau menekankan bahwa buruh bukanlah sekadar instrumen produksi, melainkan mitra strategis dalam menjaga roda ekonomi tetap berputar di masa sulit.
Politisi besutan Prabowo Subianto yang juga tokoh buruh di Sukabumi raya ini mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog daripada konfrontasi. Menghadapi imbas perang, Lutfi mendorong efisiensi tanpa harus mengorbankan kesejahteraan pekerja.
“Saya meminta pemerintah Indonesia untuk memastikan jaring pengaman sosial tetap kuat guna menjaga daya beli buruh di tengah tekanan inflasi global,” bebernya.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme Terukur
Menutup wanacara, sang tokoh politik Sukabumi Raya mengingatkan bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk melewati badai ekonomi apa pun.
“Hari ini, kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pekerja yang merupakan tulang punggung ekonomi kita. Tugas saya sebagai politikus adalah memastikan regulasi berpihak pada keadilan, dan tugas saya sebagai tokoh buruh adalah memastikan hak-hak kaum buruh dan kesejahteraan bagi buruh,” ujarnya dengan santun.
Lutfi Achmad meyakini bahwa dengan sikap yang santun dalam berdiplomasi namun tegas dalam mengambil kebijakan, Indonesia akan tetap mampu berdiri tegak meski peta politik dunia sedang berguncang.
Kedepankan pengusaha dan pemerintah adalah mitra kerja buruh atau serikat pekerja yang saling menguntungkan dalam menunjang program-program pemerintah. sehingga, fundamental ekonomi kuat pemerintahan kuat, pengusaha kuat dengan begitu pastinya para buruh akan sejahtera.
“Selamat Hari Buruh. Mari kita jadikan tantangan global sebagai momentum untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dalam negeri.” pungkasnya.
***
.





