Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Citeureup 2 Memanas: Pemilik Ruko Kecam Munculnya Selebaran Pembongkaran Tanpa Kesepakatan

Revitalisasi Pasar Citeureup 2 Memanas Pemilik Ruko Kecam Munculnya Selebaran Pembongkaran Tanpa Kesepakatan
Pemilik Ruko di Pasar Citeureup 2 Tegas Menolak Selebaran Pembongkaran Tanpa Kesepakatan. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Rencana revitalisasi Pasar Citeureup 2 yang diwacanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menimbulkan keresahan di kalangan pemilik ruko pribadi. 

Pasalnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan maupun komunikasi formal yang dijalin oleh pihak pengembang kepada para pemilik lahan di area tersebut.

Salah satu pemilik ruko, Muhammad Luthfi Ramadhan, mengungkapkan bahwa dirinya dan beberapa pemilik ruko lainnya merasa ditinggalkan dalam proses perencanaan ini. 

Menurutnya, meskipun pihak Bupati Bogor Rudy Susmanto menginginkan penataan pasar dilakukan secara menyeluruh dari area depan, pihak pengembang yakni PT Bangun Bersada di bawah naungan Perumda Tohaga belum menunjukkan itikad baik untuk berdiskusi.

“Sampai saat ini dari pihak kami belum ada kesepakatan apapun. Dari pihak pengembang juga belum ada itikad baik untuk sowan atau sekadar bicara soal kesepakatan dengan kami,” ujar Luthfi saat ditemui di lokasi, Jumat (27/02/2026).

Rencana Revitalisasi Pasar Citeureup 2 Picu Keresahan Pedagang

Kondisi semakin memanas setelah munculnya selebaran yang menyatakan bahwa ruko-ruko pribadi di area tersebut akan dibongkar demi pembukaan akses jalan baru. Informasi ini pun langsung berdampak pada stabilitas usaha para penyewa ruko (pedagang kontrak).

Luthfi menjelaskan bahwa banyak penyewa ruko yang kini merasa bingung dan ragu untuk memperpanjang masa kontrak mereka. Hal ini dianggap sangat merugikan, mengingat ruko tersebut merupakan mata pencaharian utama keluarganya.

“Jujur ini sangat meresahkan. Pedagang yang mengontrak di tempat saya jadi bingung, mau lanjut atau tidak karena ada isu pembongkaran itu. Ini jelas merugikan kami karena mata pencaharian keluarga kami banyak dari sini,” tambahnya.

Menanti Mediasi

Sejauh ini, Luthfi menyebutkan bahwa pihak Perumda Tohaga baru menjalin komunikasi dengan salah satu pemilik ruko, sementara dua pemilik lainnya—termasuk dirinya—masih belum diajak bicara.

Sebuah pertemuan mediasi dikabarkan akan digelar pada hari Senin mendatang setelah sempat tertunda karena alasan kesehatan salah satu pemilik ruko. Luthfi berharap pertemuan tersebut dapat memberikan kejelasan dan solusi yang tidak merugikan pihak manapun.

“Kami belum membuka mediasi dengan mereka karena memang belum ada ajakan. Kami berharap ada itikad baik dan pembicaraan yang transparan agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam rencana revitalisasi ini,” pungkasnya.***

Exit mobile version