PenaKu.ID – Anak-anak merupakan generasi penerus sekaligus cerminan masa depan bangsa Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Bogor saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (7/8/2026).
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi tinggi berbagai penampilan serta kreativitas anak-anak Kabupaten Bogor. Menurutnya, keberanian, semangat, dan daya cipta yang ditunjukkan anak-anak adalah modal utama dalam membangun daerah dan menjaga masa depan Indonesia.
Bupati Bogor Sampaikan Semangat Nasionalisme dan Kenang Jasa Pahlawan
Melihat potensi luar biasa yang ditampilkan anak-anak, Rudy kian optimis bahwa tongkat estafet kepemimpinan bangsa berada di tangan yang tepat. Kemerdekaan Indonesia ke depan akan dilanjutkan oleh generasi muda yang sejak dini telah dibekali pendidikan, karakter, serta nilai-nilai kebangsaan.
Bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan, Bupati Bogor ini mengimbau seluruh pihak khususnya lingkungan keluarga dan sekolah untuk aktif menanamkan rasa nasionalisme serta mengenalkan sejarah perjuangan pahlawan kepada anak-anak.
“Di rumah maupun di sekolah, kita ajarkan kepada anak-anak bagaimana memaknai hari kemerdekaan ini. Kita rayakan bersama, sekaligus mengenang para pahlawan dan pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Komitmen Mewujudkan Kabupaten Layak Anak Lewat Edukasi
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HAN ke-42 merupakan wujud komitmen Pemkab Bogor dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 23 Juli 2026 ini tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga menyasar langsung ke sekolah-sekolah dan ruang publik melalui berbagai program edukatif.
“Kami menggelar program go to school dengan materi anti-perundungan (anti-bullying), anti-kekerasan, serta penguatan kepercayaan diri anak. Selain itu, kami juga terus mendorong sekolah-sekolah menghadirkan permainan tradisional agar anak-anak punya ruang bermain, belajar, sekaligus mengenal budayanya,” jelas Sussy.
Wadah Aspirasi dan Unjuk Kreativitas Forum Anak
Pada puncak acara, Forum Anak Kabupaten Bogor menyelenggarakan Festival Anak yang menjadi panggung apresiasi bagi bakat-bakat muda. Berbagai ajang unjuk kebolehan digelar, mulai dari mendongeng, podcast, pembuatan video, melukis, menari, hingga bernyanyi. Sebagai bentuk apresiasi, sebanyak sembilan peserta berprestasi turut menerima penghargaan.
Sussy menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang kreasi, melainkan juga wadah penting bagi anak-anak untuk menyampaikan suara dan aspirasinya agar hak serta kewajiban mereka terus mendapat perhatian.
Menutup keterangannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, hingga masyarakat luas demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Bogor.***
