Peristiwa

Ojol Korban Penembakan di Kota Sukabumi Dijamin BPJS Ketenagakerjaan, Biaya Medis Ditanggung Penuh

IMG 20261026 WA0110
Foto Istimewa: Kacab BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alfian beserta jajaran beserta Direktur RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Saat Menjenguk Korban Penembakan OTK di Ruang Rawat Inap Anyelir, Senin, (27/10/2026).

PenaKu.ID -Seluruh biaya pengobatan Muhammad Zaldi Pahrezi (26), pengemudi ojek online (ojol) Maxim yang menjadi korban dugaan penembakan di Kota Sukabumi, dipastikan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

Perlindungan ini diberikan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) karena korban tercatat sebagai peserta aktif sejak Maret 2026.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alfian, menegaskan bahwa keluarga tidak perlu memikirkan beban finansial selama masa perawatan korban di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Pembiayaan insyaallah full. Jadi, saya sampaikan jangan dipikirin biaya, yang penting recovery-nya. Masyarakat supaya fokus ke penyembuhan,” ujar Alfian saat menjenguk korban kepada PenaKu.ID, Senin (26/10/2026).

Alfian menjelaskan, insiden tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan kerja karena korban mengalami penembakan saat tengah menjalankan tugasnya sebagai pengemudi ojol. Saat ini, fokus utama tim medis adalah stabilisasi dan pemulihan kondisi kesehatan korban.

Selain pengobatan medis gratis, korban juga berhak menerima Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) selama masa pemulihan. Besaran santunan tersebut akan disesuaikan dengan upah yang menjadi dasar perhitungan manfaat kepesertaan.

Berkaca dari peristiwa ini, pihak BPJS Ketenagakerjaan mengimbau para pekerja sektor informal dengan risiko tinggi di lapangan seperti pengemudi ojol, ojek pangkalan, kurir, dan sopir untuk segera melindungi diri dengan jaminan sosial ketenagakerjaan guna mengantisipasi risiko ekonomi akibat musibah kerja.

Sementara itu, Direktur RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, H Yanyan Rusyandi menyebutkan bahwa estimasi biaya perawatan akan disesuaikan dengan tindakan medis lanjutan. 

“Jika pasien memerlukan tindakan operasi khusus seperti laminektomi (operasi tulang belakang), biaya penanganan mandiri bisa mencapai puluhan juta rupiah, yang kini seluruhnya dialihkan penanggungannya melalui program JKK,” singkatnya.

Sebelumnya, Muhamad Zaldi Pahrezi diduga menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Minggu dini hari. Kasus kekerasan jalanan ini hingga kini masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

***

Exit mobile version