PenaKu.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memicu longsor di Kampung Cipiit pada Rabu malam (6/5/2026). Material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan aliran air menerjang permukiman warga hingga menyebabkan 10 rumah terdampak, empat di antaranya mengalami rusak berat.
Peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak sekitar pukul 20.00 WIB. Dua jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB, bukit di Kampung Cipiit dilaporkan longsor dan materialnya langsung mengarah ke permukiman warga di Kampung Cipiit dan Kampung Cipariuk.
Sejumlah rumah warga yang terdampak di antaranya milik Mak Eha, Ida, Wahyu Wibisana, Aditiya, dan Sari yang berada di Kampung Cipiit. Sementara di Kampung Cipariuk, rumah terdampak milik Ade, Mak Empok, Hermawan, dan Iyan.
Seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke rumah kerabat dan tetangga yang dinilai lebih aman. Warga juga sementara waktu dilarang kembali menghuni rumah masing-masing guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Warga Terdampak Longsor Sudah Dievakuasi
Kepala Desa Sukarama, Wahyu Komara, mengatakan pihak desa masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak bencana tersebut.
“Data sementara, ada 10 rumah terdampak dan empat rumah mengalami rusak berat. Seluruh warga sudah dievakuasi dan untuk sementara tidak diperbolehkan kembali ke rumah karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujar Wahyu kepada awak media saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/26.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penanganan bencana, mulai dari BPBD Kabupaten Cianjur, Kecamatan Bojongpicung, unsur Forkopimcam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPM, organisasi masyarakat, hingga para ketua RT dan RW yang turut membantu warga terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu warga terdampak longsor,” katanya.**
