PenaKu.ID – Sebanyak 12 rumah di kawasan permukiman padat di Kampung Pasekon, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus terbakar pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Kebakaran diduga dipicu ledakan tabung gas dari salah satu rumah warga. Ledakan tersebut memicu kobaran api yang dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berdekatan.
Salah seorang korban, Ida (54), mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya hendak melaksanakan salat subuh. Ia tiba-tiba mendengar suara ledakan yang kemudian disusul munculnya api.
“Api muncul dari rumah depan. Ada suara ledakan saat saya mau berwudhu, tapi tidak sempat karena api sudah lebih dulu membesar,” ujar Ida, Sabtu (28/3/2026).
Ida menyebut, rumah yang ditempatinya bersama suami dan anaknya ludes terbakar tanpa sempat menyelamatkan harta benda.
“Semua habis, perabot, pakaian, uang, hingga ponsel. Tidak ada yang tersisa,” katanya.
Saat berupaya menyelamatkan diri, suami Ida sempat tertimpa material kayu yang terbakar dan mengalami luka di bagian pundak. Korban sempat menjalani perawatan di puskesmas sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
“Suami saya sempat tertimpa kayu dan langsung dibawa ke puskesmas. Sekarang sudah pulang,” ucapnya.
Pasca kejadian, Ida bersama keluarganya sementara mengungsi ke rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Akibat Ledakan Gas 15 KK Terdampak
Sementara itu, Kanit Damkar Cipanas, Yanto Hermanto, menyebut kebakaran menghanguskan total 12 rumah yang dihuni 15 kepala keluarga dengan total 51 jiwa.
“Diduga berasal dari kebocoran gas di dapur salah satu rumah warga, disertai suara ledakan. Api cepat merambat karena kondisi permukiman padat,” kata Yanto.
Selain rumah, lima unit sepeda motor milik warga turut terbakar. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke puskesmas terdekat.
“Ada lima unit sepeda motor yang ikut terbakar. Saat hendak dievakuasi, api sudah membesar. Tiga orang mengalami luka dan sudah mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Puluhan warga terdampak kini mengungsi sementara di sebuah masjid yang telah disiapkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2,2 miliar.
Dalam proses pemadaman, sebanyak 25 personel pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu 20 relawan serta empat unit mobil pemadam. Api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar empat jam penanganan.**
