PenaKu.ID – Memasuki awal 2026, peta kinerja kepala daerah di Jawa Barat mulai memperlihatkan hasil konkret.
Evaluasi berbasis Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) serta survei kepuasan publik dari berbagai lembaga menunjukkan sejumlah bupati dan wakil bupati mencatat capaian menggembirakan pada tahun pertama masa jabatan mereka.
Penguatan tata kelola birokrasi, percepatan pemulihan ekonomi pasca-transisi kepemimpinan, hingga inovasi layanan publik menjadi indikator utama dalam penilaian tersebut.
Berikut sejumlah kepala daerah yang dinilai menonjol di Provinsi Jawa Barat.
1. Kabupaten Bogor: Lompatan Integritas di Era Rudy Susmanto – Jaro Ade
Di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade), Kabupaten Bogor mencatat kemajuan signifikan dalam tata kelola pemerintahan.
Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK 2025, Kabupaten Bogor berhasil keluar dari Zona Merah (Rentan) menuju Zona Kuning (Waspada). Skor SPI mencapai 73,80—melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional.
Tak hanya itu, survei Lembaga Studi Visi Nusantara mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Rudy–Jaro Ade mencapai 82,54 persen, hanya dalam hitungan bulan setelah keduanya resmi menjabat.
2. Kabupaten Kuningan: Stabilitas Ekonomi Jadi Andalan
Kepemimpinan Dian Rachmat Yanuar bersama Tuti Andriani di Kabupaten Kuningan mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Dian dinobatkan sebagai salah satu Bupati Terbaik Jawa Barat 2025.
Ia meraih Pinunjul Award 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat atas keberhasilan menjaga pengendalian inflasi daerah selama empat tahun berturut-turut, termasuk pada masa transisi kepemimpinannya.
Selain itu, Dian juga menerima penghargaan Visionary Leader of Accelerated Economic dalam ajang Kabar Cirebon Awards 2025, sebagai bentuk apresiasi atas strategi percepatan ekonomi yang dinilai efektif.
3. Kabupaten Bandung: Konsisten di Jalur Prestasi Nasional
Bupati Dadang Supriatna melanjutkan tren kinerja positif pada periode kepemimpinannya saat ini. Kabupaten Bandung meraih peringkat keempat nasional dalam Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah (PKPD) 2025 dari Bappenas.
Di bidang inovasi dan daya saing, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan apresiasi atas penguatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dengan skor 3,93—jauh di atas rata-rata nasional.
4. Kabupaten Bandung Barat: “Duo Ismail” Genjot Infrastruktur Desa
Genap satu tahun menjabat pada Februari 2026, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail di Kabupaten Bandung Barat mulai menunjukkan progres pembangunan yang terukur.
Mengusung visi “Bandung Barat AMANAH”, kepemimpinan yang dijuluki “Duo Ismail” ini mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.
5. Kabupaten Sumedang: Pertahankan Reputasi Transformasi Digital
Kabupaten Sumedang tetap menjaga posisinya sebagai salah satu daerah dengan transformasi digital terdepan di Jawa Barat.
Dalam penilaian LPPD, Sumedang mempertahankan status “Kinerja Tinggi” dengan kenaikan skor dari 3,53 menjadi 3,64. Capaian ini menempatkan Sumedang di posisi kedua terbaik se-Jawa Barat.
Wakil Bupati Fajar Aldila turut berperan dalam menjaga konsistensi performa birokrasi daerah tersebut.
Kepuasan terhadap Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat Tembus 95,5 Persen
Di tingkat provinsi, kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mencatat angka kepuasan yang sangat tinggi. Survei Indikator Politik Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen.
Program pembangunan infrastruktur serta penyediaan listrik bagi warga kurang mampu menjadi faktor pendorong utama, dengan tingkat kepuasan masing-masing di atas 90 persen.
Dampaknya, Jawa Barat kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia sepanjang 2025, yakni sebesar Rp296,8 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan korelasi antara stabilitas kepemimpinan di tingkat provinsi dan percepatan pembangunan di kabupaten/kota.***
