PenaKu.ID – Sempat menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial, insiden luka ringan yang dialami seorang siswi MI Cirumput, Desa Selawangi, akibat wadah makanan (food tray) kini telah menemui titik terang. Lewat semangat kekeluargaan dan komunikasi yang terbuka, semua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan fokus pada perbaikan ke depan.
Penanganan Cepat dan Responsif
Peristiwa yang terjadi pada Senin (06/03) pagi tersebut segera direspons cepat oleh pihak sekolah. Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, memastikan bahwa siswi yang bersangkutan langsung mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Terkait video yang sempat viral, Ruslan mengklarifikasi bahwa dokumentasi tersebut awalnya dibuat untuk keperluan evaluasi internal antara pihak sekolah dan penyedia makanan.
“Alhamdulillah, penanganan anak dilakukan secara cepat. Kami memaklumi reaksi awal orang tua dan kami secara terbuka memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Ini adalah pelajaran berharga bagi kami semua,” ujar Ruslan dengan nada tenang, kepada awak media, Selasa (07/04/2026).
Hati yang Lapang dari Orang Tua
Sikap bijaksana juga ditunjukkan oleh orang tua siswi, Ujang Roji (47). Meski sempat merasa khawatir atas kondisi putrinya, Safa Nafisa Rosdiani (9), Ujang memilih untuk mengedepankan dialog daripada tuntutan hukum.
Setelah duduk bersama yang difasilitasi oleh pihak sekolah dan tim dapur (SPPG), rasa saling pengertian pun tercapai. Ujang mengapresiasi langkah proaktif tim dapur yang langsung menyambangi kediamannya untuk bersilaturahmi.
“Kami menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah. Terima kasih kepada pihak sekolah dan dapur yang sangat responsif. Harapan kami ke depan, komunikasi bisa terus terjalin baik agar kualitas program ini semakin sempurna,” tutur Ujang.
Komitmen Peningkatan Kualitas
Pihak penyedia makanan, SPPG Pasirhalang 2, menyambut baik penyelesaian damai ini. Kepala SPPG, Faisal Septian, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi momentum penting untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP).
Meskipun laporan teknis mengenai wadah baru kali ini diterima secara resmi oleh pihaknya, Faisal berkomitmen untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelayakan setiap wadah sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
“Kami akan melakukan evaluasi serius untuk melakukan pengecekan fisik wadah makanan secara berkala,” ucapnya.
Selain itu lanjut dia, Pihkanya akan menjamin keamanan untuk memastikan setiap sarana pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi aman dan membuka ruang komunikasi lebih luas dengan pihak sekolah untuk pelaporan kendala sekecil apa pun.” pungkasnya.
Kini, suasana di MI Cirumput telah kembali kondusif. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Insiden ini membuktikan bahwa dengan komunikasi yang baik dan hati yang dingin, setiap kesalahpahaman dapat diubah menjadi jalinan silaturahmi yang lebih kuat demi kebaikan anak didik di masa depan.
***
