Peristiwa

Laskar Fisabilillah Menggugat: Mana Janji Presisi? Kejar DPO Cabul, Jangan Biarkan Hukum Mandul!

Laskar Fisabilillah Menggugat: Mana Janji Presisi? Kejar DPO Cabul, Jangan Biarkan Hukum Mandul!
Foto Arsip: Ketua Laskar Fisabilillah, Abi Kholil beserta Jajaran Saat Mendatangi Mapolres.

PenaKu.ID – Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum pimpinan Pondok Pesantren di Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini menyulut amarah para pejuang keadilan. Meski status tersangka sudah disandang dan gelar Daftar Pencarian Orang (DPO) telah resmi disematkan, keberadaan sang predator masih “gelap gulita”.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Laskar Fisabilillah Sukabumi, Abi Khoil. Dengan nada bicara yang lugas dan berwibawa, ia mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian yang seolah kehilangan taring dalam memburu satu orang buronan.

Laskar Fisabilillah Menuntut Bukti, Bukan Sekadar Janji

Abi Khoil menegaskan bahwa Laskar Fisabilillah tidak akan tinggal diam melihat proses hukum yang terkesan “jalan di tempat”. Ia menilai, lambannya penangkapan ini menciderai rasa keadilan masyarakat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kasat Reskrim. Hari Rabu ini saya akan datangi langsung Mapolres Sukabumi. Saya ingin dorong ini jadi atensi utama! Kenapa terkesan kurang serius? Kenapa bahasanya seperti terkatung-katung? Jangan sampai rakyat berasumsi ada pembiaran!” tegas Abi Khoil kepada PenaKu.ID, Senin (06/04/2026).

Menurutnya, kredibilitas dan amanah kepolisian saat ini sedang dipertaruhkan di mata umat. Apalagi, korban kebejatan oknum tersebut bukanlah orang dewasa, melainkan enam anak di bawah umur yang masa depannya telah dihancurkan.

“Harapan kami jelas: Polisi harus tegak lurus dan amanah! Ini korbannya anak-anak. Kalau tidak segera diringkus, siapa yang berani menjamin tidak akan ada korban-korban baru berikutnya?” tambahnya dengan nada tinggi.

Sentilan Laskar Fisabilillah untuk Pemerintah Daerah

Tak hanya kepolisian, Abi Khoil juga melayangkan kritik tajam kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang dinilai “bungkam” seribu bahasa. Ia menyayangkan minimnya suara dari penguasa daerah atas tragedi yang mencoreng wajah religius Kabupaten Sukabumi.

Trauma Korban: Keenam santriwati dilaporkan mengalami luka psikis yang mendalam.

Visi Religius Dipertanyakan: 

Kasus ini dianggap bertolak belakang dengan jargon-jargon religius yang sering didengungkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sikap Laskar menuntut aksi nyata, bukan sekadar pendampingan administratif.

“Pemerintah daerah jangan hanya diam seolah ini masalah kecil! Ini menyangkut masa depan anak-anak kita dan martabat dunia pendidikan agama. Jangan sampai visi ‘Religius’ hanya jadi slogan pemanis di atas kertas,” tandasnya.

Laskar Fisabilillah Kawal Hingga Tuntas

Laskar Fisabilillah Sukabumi berkomitmen akan terus berdiri di garda terdepan untuk mengawal kasus ini hingga sang oknum ustadz tersebut mengenakan baju oranye di balik jeruji besi.

“Saya tidak main-main. Saya minta jadwal langsung, bertatap muka dengan pimpinan kepolisian, bukan cuma lewat pesan WhatsApp. Kami ingin kejelasan, kami ingin keadilan, dan kami ingin pelaku segera diseret ke meja hijau!.” pungkas Abi.**

Exit mobile version