PenaKu.ID – Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan pembatalan sementara serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa.
Langkah mengejutkan ini diambil atas permintaan langsung dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, menyusul adanya negosiasi serius yang sedang berlangsung di balik layar.
Sinyal Damai Donald Trump?
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengindikasikan adanya peluang kesepakatan yang sangat bisa diterima oleh AS, dengan syarat mutlak: tidak ada senjata nuklir untuk Iran. Namun, ia tetap memberi peringatan keras bahwa militer AS siap meluncurkan serangan skala penuh kapan saja jika negosiasi ini gagal.
Penundaan ini langsung membuat harga minyak dunia merosot, mengingat negara-negara Teluk sangat mengkhawatirkan balasan rudal dan drone Iran yang bisa melumpuhkan bandara hingga fasilitas air bersih mereka saat musim panas mulai memuncak.
Tekanan Politik Domestik dan Ketidakpuasan Warga Donald Trump
Di sisi lain, keputusan Trump ini diduga kuat dipengaruhi oleh merosotnya dukungan publik di dalam negeri. Berdasarkan survei New York Times/Siena yang dirilis pada Senin, sebanyak 64% pemilih menganggap keputusan berperang dengan Iran adalah langkah yang salah, dan hanya 37% yang puas dengan kinerja Trump.
Di tengah gencatan senjata bulan April yang masih bertahan, Trump berharap kesepakatan damai bisa tercapai tanpa harus menghancurkan Iran lewat jalur kekerasan.**









