Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Lesu, Dolar AS Perkasa!

×

Nilai Tukar Rupiah Lesu, Dolar AS Perkasa!

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Rupiah Lesu, Dolar AS Perkasa!
Nilai Tukar Rupiah Lesu, Dolar AS Perkasa! /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin siang. Mata uang Garuda melemah hingga menembus kisaran Rp17.500 per dolar AS dan sempat menyentuh level terendah baru di pasar valuta asing.

Berdasarkan pantauan perdagangan hingga siang hari, nilai tukar rupiah bahkan bergerak mendekati Rp17.600 per dolar AS. Posisi tersebut menjadi salah satu pelemahan terdalam rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global. Kondisi itu dipicu meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, kenaikan harga minyak mentah, serta sikap investor yang cenderung mengalihkan dana ke aset aman atau safe haven.

Selain sentimen global, pelemahan rupiah turut dipengaruhi keluarnya aliran modal asing dari pasar keuangan domestik. Pada saat bersamaan, pasar saham Indonesia juga mengalami koreksi yang semakin menambah tekanan terhadap mata uang nasional.

Pelaku pasar kini menyoroti langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank sentral disebut terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna meredam volatilitas yang terjadi selama perdagangan.

Nilai Tukar Rupiah Masih Bakal Bergerak Dinamis

Tak hanya melalui intervensi pasar spot, BI juga dikabarkan memperkuat stabilisasi lewat instrumen moneter serta pembelian surat berharga negara demi menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Analis menilai pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi faktor eksternal. Arah kebijakan suku bunga AS dan perkembangan geopolitik global disebut menjadi faktor utama yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Di sisi lain, sejumlah perbankan nasional mulai menyesuaikan kurs jual dolar AS ke atas level Rp17.500. Kenaikan kurs tersebut berpotensi berdampak pada biaya impor, perjalanan luar negeri, hingga berbagai transaksi berbasis dolar AS lainnya.

Meski tekanan terhadap rupiah masih cukup besar, pemerintah bersama Bank Indonesia tetap optimistis stabilitas ekonomi domestik dapat terjaga melalui pengendalian inflasi dan penguatan fundamental ekonomi nasional.** (tds)