PenaKu.ID – Ketegangan situasi politik dan konflik bersenjata antarnegara di panggung internasional ternyata tidak hanya mengorbankan nyawa di medan pertempuran.
Dampak domino dari perang geopolitik tersebut menjalar sangat cepat hingga merusak rantai pasok pangan dunia. Akibatnya, harga bahan makanan pokok di berbagai belahan bumi mengalami lonjakan yang sangat tidak wajar.
Terganggunya Jalur Distribusi Logistik Pangan Internasional
Negara-negara yang terlibat konflik sering kali merupakan produsen utama komoditas penting seperti gandum, pupuk, atau minyak nabati dunia.
Ketika pelabuhan mereka diblokade atau jalur pelayaran internasional menjadi zona berbahaya, pasokan global otomatis akan langsung terhenti. Kelangkaan barang inilah yang memicu kepanikan pasar hingga harga melonjak drastis secara global.
Kebijakan Proteksionisme yang Memperparah Keadaan Pangan
Demi mengamankan stok dalam negeri, banyak negara yang akhirnya mengambil langkah egois dengan melarang aktivitas ekspor bahan makanan pokok mereka.
Kebijakan proteksionisme ini membuat negara-negara importir semakin terjepit dalam pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok harian masyarakatnya. Jika ketegangan politik tidak segera mereda, krisis pangan global berpotensi menjadi ancaman nyata yang menakutkan.**











