Pemerintahan

Disarpusda Kota Cimahi Siapkan Digitalisasi Naskah Kuno

×

Disarpusda Kota Cimahi Siapkan Digitalisasi Naskah Kuno

Sebarkan artikel ini
Disarpusda Kota Cimahi Siapkan Digitalisasi Naskah Kuno
Disarpusda Kota Cimahi Siapkan Digitalisasi Naskah Kuno

PenaKu.ID – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi memperkuat upaya pelestarian naskah kuno melalui identifikasi, pendataan, dan digitalisasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga warisan pengetahuan serta nilai sejarah Nusantara sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Sekretaris Disarpusda Kota Cimahi, Niagara Rahardja, bersama Kepala Bidang Perpustakaan, Rusli Sudarmadi, dalam kegiatan Sosialisasi Identifikasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung itu berlangsung di Pondok Rasamala, Jalan Raya Pangalengan, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Sosialisasi tersebut diikuti 125 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten/kota, pengelola naskah kuno, Komunitas Pancanaka, Duta Baca, Bunda Literasi, hingga Bunda Arsip.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya mengenali, mendata, mendaftarkan, dan mendigitalisasi naskah kuno. Upaya pelestarian tidak hanya berfokus pada penyimpanan dokumen, tetapi juga mencakup pendokumentasian kondisi, keberadaan, dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Disarpusda Kota Cimahi Dorong Pelestarian Naskah Kuno

Sekretaris Disarpusda Kota Cimahi, Niagara Rahardja, menilai pelestarian naskah kuno perlu dilakukan melalui perpaduan metode konvensional dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan pendekatan tersebut, dokumen bersejarah diharapkan tetap terjaga sekaligus lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Identifikasi, pendataan, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno merupakan langkah penting dalam menjaga warisan intelektual dan budaya Nusantara. Melalui kegiatan ini, kita dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mendokumentasikan naskah kuno secara terarah agar nilai sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Niagara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut Niagara, perkembangan teknologi memberikan peluang bagi perpustakaan untuk memperluas jangkauan layanan informasi. Namun, pemanfaatan teknologi tetap harus disertai upaya perawatan dan perlindungan naskah asli agar dokumen bersejarah tidak mengalami kerusakan.

Identifikasi Naskah Kuno di Kota Cimahi

Sebagai langkah lanjutan, Disarpusda Kota Cimahi berencana menelusuri keberadaan naskah kuno yang mungkin masih tersimpan di tengah masyarakat. Pendataan tersebut akan melibatkan komunitas sejarah, budayawan, tokoh masyarakat, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya.

Niagara menjelaskan, potensi naskah kuno di Kota Cimahi masih perlu diteliti lebih lanjut. Identifikasi diperlukan untuk mengetahui keberadaan, jumlah, kondisi, dan nilai sejarah naskah yang berpotensi menjadi sumber pengetahuan lokal.

“Terkait potensi naskah kuno di Cimahi, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui keberadaan dan nilai sejarahnya,” tuturnya.

Apabila naskah kuno ditemukan, dokumen tersebut berpeluang didokumentasikan dan dilestarikan melalui digitalisasi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko hilangnya sumber sejarah sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi mendatang untuk mempelajari pengetahuan yang tersimpan di dalamnya.

Libatkan Empat Komunitas Pegiat Aksara Daerah

Upaya penelusuran dan pelestarian naskah kuno di Cimahi juga berpotensi diperkuat melalui keberadaan komunitas pegiat aksara daerah. Niagara menyebutkan, terdapat empat komunitas yang dapat dilibatkan dalam koordinasi dan pengembangan upaya pelestarian warisan tertulis di wilayah tersebut.

“Di Cimahi terdapat empat komunitas pegiat aksara daerah. Ke depan kami akan lakukan koordinasi lebih dalam terkait naskah kuno yang berada di wilayah Kota Cimahi,” kata Niagara.

Keterlibatan komunitas diharapkan membantu pemerintah daerah menelusuri keberadaan naskah kuno sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Manfaatkan Media Digital untuk Mengenalkan Sejarah Lokal

Selain melakukan identifikasi dan pendataan, Disarpusda Kota Cimahi berupaya memperkenalkan naskah kuno dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi dan perubahan cara generasi muda memperoleh informasi menjadi pertimbangan dalam penyampaian pengetahuan sejarah.

Sejumlah saluran digital, seperti situs web perpustakaan, media sosial, video pendek, dan infografis sejarah lokal, direncanakan menjadi sarana untuk mengenalkan naskah kuno kepada masyarakat. Disarpusda juga akan mendorong pemanfaatan materi sejarah tersebut dalam kegiatan literasi di sekolah dan perpustakaan.

Kolaborasi dengan komunitas literasi dan kelompok pegiat sejarah turut direncanakan agar informasi mengenai sejarah lokal dapat disampaikan secara menarik dan lebih mudah dipahami.

“Harapannya, naskah kuno tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang menarik bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai sejarah Kota Cimahi,” ujar Niagara.

Perpustakaan Berperan Menjaga Identitas Budaya

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, mengatakan peran perpustakaan tidak terbatas pada penyediaan ruang membaca dan sumber informasi. Perpustakaan juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga identitas budaya serta merawat warisan pengetahuan bangsa.

“Pelestarian naskah kuno membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengelola naskah, komunitas budaya, hingga masyarakat luas,” kata Rusli.

Ia menilai kerja sama lintas pihak diperlukan untuk mengidentifikasi potensi naskah kuno di daerah, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperbaiki proses pendokumentasian dengan memanfaatkan teknologi digital.

Komunitas Budaya Apresiasi Langkah Disarpusda

Keterlibatan Disarpusda Kota Cimahi dalam sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari komunitas budaya lokal. Yudistira Purana, yang dikenal sebagai Mang Ujang, perwakilan Komunitas Pancanaka asal Cimahi, mengapresiasi kehadiran dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian naskah kuno.

Mang Ujang merupakan penyalin naskah kuno yang dokumentasi naskahnya saat ini tersimpan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Menurutnya, dukungan pemerintah dapat memperkuat upaya menjaga karya bersejarah yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Kami amat sangat mendukung positif kegiatan sosialisasi ini dan mengapresiasi tinggi kehadiran serta komitmen Disarpusda Kota Cimahi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah dapat memberikan dorongan kepada penulis dan pengelola naskah kuno di daerah agar terus menjaga karya-karya bersejarah. Dukungan tersebut juga dinilai penting untuk memastikan pengetahuan lokal tetap dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kehadiran pemerintah secara langsung membuktikan adanya kepedulian nyata dalam menyelamatkan karya-karya sejarah dan memastikan pengetahuan lokal dapat terdigitalisasi serta diakses secara luas oleh generasi penerus,” kata Mang Ujang.

Perkuat Kolaborasi Pelestarian Warisan Pengetahuan

Keikutsertaan Disarpusda Kota Cimahi dalam sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur serta memperluas jejaring kerja sama di bidang perpustakaan dan kearsipan. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut menjadi bekal untuk mempertimbangkan program pelestarian bahan perpustakaan yang memiliki nilai sejarah.

Pelestarian naskah kuno tidak sekadar menjaga dokumen agar terhindar dari kerusakan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan pemeliharaan ingatan kolektif, perlindungan identitas budaya, dan keberlanjutan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.

Melalui kerja sama pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat, naskah kuno diharapkan tidak hanya menjadi peninggalan yang tersimpan, tetapi juga sumber pengetahuan yang terus dipelajari. Dokumentasi, digitalisasi, dan kegiatan literasi menjadi bagian penting untuk memastikan nilai sejarah serta kearifan lokal tetap dikenal di tengah perubahan zaman.**