PenaKu.ID – Tingginya angka pemain judi online (judol) di wilayah Kabupaten Bogor memicu perhatian publik secara nasional.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, angkat bicara mengenai status Bumi Tegar Beriman yang kini menempati posisi teratas dalam statistik aktivitas ilegal berbasis digital tersebut di Indonesia.
Menurut Sastra, salah satu faktor utama yang melatarbelakangi tingginya jumlah pemain judol di wilayahnya adalah faktor demografi. Ia menilai bahwa jumlah absolut yang besar ini berbanding lurus dengan populasi penduduk Kabupaten Bogor yang saat ini merupakan salah satu yang terpadat di tingkat kabupaten.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Faktor Skala Demografi dan Kepadatan Penduduk
Sastra menjelaskan bahwa tingginya temuan kasus pemain judi online di Kabupaten Bogor sangat dipengaruhi oleh populasi daerah yang kini telah menembus angka lebih dari 6 juta jiwa.
Dengan basis ekosistem masyarakat yang sedemikian besar, secara statistik peluang munculnya pengguna platform digital termasuk platform negatif menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
“Kenapa kita tertinggi? Karena jumlah penduduk kita banyak dari daerah-daerah lain,” ujar Sastra, Kamis (2/7/2026).
Sehingga, lanjut dia, tingginya angka statistik pemain judol di Kabupaten Bogor dinilai masuk akal secara matematis jika dikorelasikan dengan banyaknya jumlah penduduk yang menetap di sana.
Dampak Nyata dan Kerugian Sistemik Perjudian
Kendati melihat fenomena ini dari sudut pandang rasio jumlah penduduk, Sastra menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menormalisasi atau memaklumi aktivitas judi online.
Ia secara tegas menyatakan bahwa judol merupakan penyakit sosial yang membawa dampak buruk yang masif, baik bagi individu pemain, ketahanan ekonomi keluarga, maupun lingkungan sosial sekitarnya.
Kerugian yang ditimbulkan dari aktivitas ini dinilai bersifat domino, mulai dari jeratan utang, keretakan rumah tangga, hingga potensi peningkatan angka kriminalitas di tingkat mikro akibat perputaran uang yang tidak sehat.
Seruan Terbuka dan Edukasi untuk Generasi Muda
Menutup keterangannya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini melayangkan imbauan keras, khususnya yang ditujukan kepada generasi muda di seluruh pelosok Bumi Tegar Beriman.
Ia meminta agar para pemuda segera menyadari bahwa sistem perjudian online telah dirancang secara asimetris menggunakan algoritma komputer untuk memenangkan pihak bandar.
Sastra berharap masyarakat tidak lagi teperdaya oleh ilusi kemenangan instan yang ditawarkan oleh aplikasi maupun situs judi online.
“Kepada generasi muda Kabupaten Bogor, berhenti berjudi karena kita melawan sistem atau mesin yang tidak bakal menang,” pungkas Sastra secara tegas.***










