PenaKu.ID – Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari antara Rusia dan Ukraina.
Langkah ini diambil setelah kedua negara saling tuduh terkait pelanggaran gencatan senjata sebelumnya. Kesepakatan ini mencakup penghentian total aktivitas militer serta pertukaran 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak.
Kesepakatan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina di Tengah Ketegangan Victory Day
Gencatan senjata ini bertepatan dengan perayaan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada 8-9 Mei 2026.
Meskipun Presiden Zelensky dan pihak Kremlin telah memberikan konfirmasi, situasi di lapangan tetap tegang. Moskow bahkan sempat mengancam serangan balasan besar jika perayaan di Red Square diganggu oleh serangan drone.
Dampak Keamanan dan Kehadiran Tamu Internasional di Gencatan Senjata Rusia-Ukraina
Untuk alasan keamanan, akses internet seluler di Moskow dan St Petersburg akan dibatasi selama perayaan berlangsung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, parade kali ini tidak menampilkan perangkat keras militer.
Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil permintaan pribadinya kepada kedua pemimpin guna memberikan ruang bagi dialog damai.**







